March 1, 2014

[OPENING] THE GATE'S OPEN

 
BATTLE OF REALMS 4: AFTERLIFE
“The Gate’s Open”
Written by Field Cat
---

Devasche Vadhi—Altar of the God—tak pernah seramai ini. Bangunan menyerupai kastil raksasa yang terletak di bagian utara Nanthara Island—pulau di alam kematian yang berbentuk menyerupai tengkorak manusia, dengan api abadi yang berkobar ganas di setiap bagian permukaannya—seringkali diliputi oleh suasana sepi dan kelam. Hanya jerit kesakitan dari arwah-arwah makhluk yang tengah menjalani siksaan yang terdengar, namun kali ini benar-benar pengecualian. Suara jeritan telah menghilang, setidaknya untuk sementara waktu. Para malaikat berkulit merah dengan sepasang sayap hitam di punggung mereka berkumpul di halaman kastil. Mereka adalah Hvyt, malaikat yang dengan setia melayani segala kebutuhan dan keinginan Thurqk.

“Hormat kami kepada Dewa Thurqk, pencipta semesta alam!” seru mereka semua secara serentak, menggema ke seluruh bagian kastil.

Thurqk muncul dari salah satu pintu kastil di atas mereka, berjalan perlahan menyusuri balkon luas dan berdiri dengan kaku. Dia mengangkat tangan kanannya tinggi-tinggi ke udara, mengisyaratkan kepada para Hvyt untuk bangkit dari posisi membungkuk mereka.

“Setelah penantian panjang yang sangat membosankan, akhirnya waktu ini pun tiba,” kata Thurqk dengan suaranya yang menggelegar. Para Hvyt menatap pencipta mereka dengan penuh antusias. “Hari ini, kalian semua kukumpulkan demi mengemban tugas penting.”

“Apa yang hendak Dewa lakukan?” tanya salah satu Hvyt. Thurqk menatap Hvyt dengan dingin sebelum akhirnya menjawab.

“Sesuatu yang besar. Sesuatu yang akan membuat Nanthara bergejolak.”

“Dasar, Dewa iseng kurang kerjaan,” terdengar suara gadis kecil dari dalam kastil, membuat Thurqk menghentikan perkataannya dan menunjukkan ekspresi jengkel. “Kamu menciptakan mereka lalu kemudian memanggilnya kembali?”

“Abby, sudah kukatakan kan? Kau tidak boleh keluar dari kamarmu!”

“Aku bosan tahu! Berdiam diri di kamar yang jelek,” kata Abby ketus, kemudian terbang dengan lembut menghampiri Thurqk. Tubuhnya transparan dengan warna kulit yang terlihat pucat. Berbalut sehelai babydoll putih, dan juga hiasan pita biru di atas rambutnya yang hitam. Sebuah lingkaran bercahaya melayang di atas kepalanya. Tanda yang muncul dengan sendirinya pada mereka yang telah mati dan hidup abadi. “Jadi, apa rencanamu memanggil mereka yang telah kamu ciptakan dengan kelebihan itu?”

“Bukan urusan anak kecil sepertimu, Abby,” kata Thurqk sekenanya.

“Aku sudah mati ratusan tahun, aku sudah dewasa!”

“Ya, begitulah yang biasa dikatakan oleh anak-anak,” Thurqk menatap Abby sekilas dengan pandangan mengejek sambil menghela napasnya, berusaha menahan emosi sebelum akhirnya kembali menatap para Hvyt. “Nanti, nanti aku akan menceritakannya padamu. Sekarang biarkan aku menyelesaikan ini terlebih dahulu, Abby.”

“Yeeeay!!” kata Abby riang sambil memamerkan senyum jahilnya.

“Hvyt! Bukalah gerbang Devasche Vadhi!” perintah Thurqk dengan suaranya yang kembali menggelegar. “Menyebarlah kalian ke seluruh penjuru semesta. Bawa mereka semua yang pantas ke hadapanku!”

Para Hvyt memberikan penghormatan mereka secara serempak sebelum akhirnya terbang secepat kilat ke segala penjuru, menghilang dalam pandangan dalam sekejap mata. Seketika Devasche Vadhi kembali sepi.

“Tunggu!” pekik Abby heran. “Hanya begitu saja? Aku pikir akan terjadi sesuatu yang luar biasa.”

“Yah, kupikir juga begitu, Abby. Tapi, karena kebetulan kamu muncul dan menggangguku seperti ini, jadi…,”

Abby mencibirkan bibirnya. Thurqk mengangkat sebelah alisnya yang berwarna perak. “Ada apa?”

“Kamu berhutang cerita padaku, kan?”

Thurqk menghela napas. “Ya, ya, baiklah, Abby. Ayo, kita kembali ke kamarmu dan akan kuceritakan segalanya di sana.”

TO BE CONTINUED...

Gerbang Devasche Vadhi telah dibuka. Para Hvyt sedang berpencar ke seluruh penjuru semesta. Bersamaan dengan itu pula pendaftaran Battle of Realms 4: Afterlife resmi dibuka. Ayo, simak caranya di sini!


Share this story:

6 comments:

  1. Oh damn onion!
    .
    Sepertinya sistem turnamennya masih menjadi misteri ya....
    ._.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Don't you love mysteries? :3

      Delete
  2. apa? o.O tubi kontinued? o.O

    um hum~~
    #mikir

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yes~! The story will still go on~ perlahan tapi pasti. Makin lama akan semakin menarik~ :D

      Delete
  3. Awkwkwk ada Abbiiiii.... >.<

    Smangat ya Om dewa Thurqk O3O/

    .ann

    ReplyDelete

Silakan meninggalkan komentar. Bagi yang tidak memiliki akun Gmail atau Open ID masih bisa meninggalkan komentar dengan cara menggunakan menu Name/URL. Masukkan nama kamu dan juga URL (misal URL Facebook kamu). Dilarang berkomentar dengan menggunakan Anonymous dan/atau dengan isi berupa promosi produk atau jasa, karena akan langsung dihapus oleh Admin.

- The Creator -