April 29, 2014

[SIDESTORY] THE GOD'S WILL POWER

BATTLE OF REALMS 4: AFTERLIFE

“The God’s Will Power”
Written by Glen Tripollo (Field Cat)

---

Pintu raksasa di belakang Nolan kembali terbuka. Sesosok Hvyt dengan corak garis-garis hitam dengan pola berbeda dari yang biasa dilihat bersama dengan Thurqk pun masuk ke dalam ruangan dengan langkah yang lebar-lebar.

“Ada apa?” tanya Nolan sebal. Hvyt memandang Nolan dengan ekspresi datar.

“Pesan dari Dewa. Kirimkan gambar langsung di halaman kastil Devasche Vadhi ke tempat penampungan Jagatha Vadhi dan Cachani Vadhi,” kata Hvyt kaku.

Nolan membetulkan posisi kacamatanya yang retak seraya menghela napas. “Apa lagi yang hendak orang gila itu lakukan.”

“Dewa melarangku untuk melukai Anda. Sekalipun aku ingin sekali melukaimu atas perkataan kasarmu kepadanya,” ujar Hvyt.

April 28, 2014

[ROUND 2] SPLIT THEM UP

BATTLE OF REALMS 4: AFTERLIFE

“Split Them Up”
Written by Glen Tripollo (Field Cat)

---

Hening. Berjam-jam telah berlalu tanpa ada sepatah kata pun yang terlontar. Nolan membelalak ngeri memandang setiap layar monitor di hadapannya. Sementara sang dewa, Thurqk, wajah merahnya yang kaku kini menggambarkan jelas betapa dirinya menikmati segala pertunjukkan yang baru saja terjadi.

Nolan melangkahkan kakinya mundur perlahan, keringat dingin menjalar membasahi punggungnya. “Tidak … aku tidak membunuh mereka ….”

“Tentu saja kau tidak membunuh mereka, Nolan. Mereka sudah mati sejak kaki-kaki mereka menjejak di pulau ini,” kata Thurqk.

“Mereka belum sepenuhnya mati!” bentak Nolan, kemudian memukul mejanya kuat-kuat. “Aku yang membuat mereka terjebak dalam keadaan seperti itu. Aku yang merancang semua ini.”

April 21, 2014

[ROUND 1 - I] ENZERU SCHWARZ - MERENGGUT NYAWA YANG TELAH TIADA

[Round 1-I] Enzeru Schwarz 
"Merenggut Nyawa yang Telah Tiada"
Written by Wildan Hariz

---

Sore hari. Sebuah bangunan tinggi yang terlihat kurang terawat berdiri
dengan tidak kokoh. Banyak retakan kecil yang menjadi "tato" di
dinding gedung itu. Mengkhawatirkan. Adalah kemungkinan yang tinggi
bahwa benda besar ini dapat runtuh kapan saja.

Angin kering datang dan pergi, menerpa gedung beserta halamannya.
Tidak ketinggalan beberapa menara dan pos keamanan yang berjarak
beberapa kaki dari depan gedung itu pun ikut diterpa. Bunyi gesekan
angin dengan segala sesuatu yang diterpanya senakin memantapkan
kesunyian tempat itu. Sebuah tulisan "No Trespassing" tertera pada
bagian luar gerbang halaman gedung. Makna tulisan peringatan itu tentu
memberikan kontribusi pada kesunyian ini. Makna yang berarti dilarang
ada seorangpun yang boleh menyusup masuk ke dalam tempat itu.

[ROUND 1 - C] NOUMI SHU - SI VIS PACEM, PARABELLUM

[Round 1-C] Noumi Shu
"Si Vis Pacem, Parabellum"
Written by Haruo Damon

---

"Lawan aku," hardik Alvin.

Shu tidak merespon. Ia masih menatap kosong kearah tubuh Kilatih yang sudah tak bernyawa.

"BERDIRILAH DAN LAWAN AKU PENGECUT!"

"T-tidak.. tidak... tidak.. aku.. aku tidak menginginkan ini.. tidak.." Shu menatap ketakutan kearah sosok Alvin yang telah berubah menjadi monster di hadapannya, entah bagaimana ia merasa seluruh tenaga di tubuhnya hilang, membuatnya bahkan tidak mampu untuk berdiri.

 "BERHENTI MERENGEK SEPERTI ANAK KECIL!" Alvin menendang Shu dengan kekuatan luar biasa, membuat pemuda itu terpental dan menabrak rak buku di belakangnya. Rasa sakit yang teramat sangat menjalar di sekujur tubuh pemuda itu. Merasa belum puas, Alvin berjalan mendekati tubuh Shu dan menginjak-injaknya.

"MAKHLUK LEMAH! CENGENG! TIDAK BERGUNA!"

[ROUND 1 - H] LULU CHRONOSS - WHY IT HAS TO BE LIKE THAT???

[Round 1-H] Lulu Chronoss
"Why It Has to be Like That???"
Written by Penuliswarawiri

---

Perubahan tekanan udara yang tiba-tiba dirasakan dari belakang Thurqk, mau tak mau membuat Sang Dewa berbalik geram. Siapa makhluk di jagat raya ini yang begitu lancang menemuinya tanpa permisi?

"Apa kabar," sosok bernuansa hitam di hadapan Thurqk tersenyum menyapa, "wahai ..." sosok itu menaruh telunjuk di dagunya sendiri, tampak jelas dibuat-buat seperti sedang berpikir, "aku harus memanggilmu 'Dewa'? Atau cukup 'Tuan' Thurqk?"

Bila makhluk lain yang mengejek Thurqk begitu rupa, tentu nasibnya tak akan jauh dari dasar neraka. Tapi karena kata-kata itu keluar dari bibir manis makhluk ini, sedikit banyak menerbitkan rasa ingin tahunya. Setidaknya cukup untuk mencegah dirinya untuk tidak langsung melemparkan makhluk cantik di hadapannya ke dasar neraka, walaupun bila ia mencoba sepertinya akan membutuhkan waktu yang sangat lama, dan belum tentu juga berhasil, tapi pastinya Thurqk tak akan mati kebosanan.

"Perkenalkan. Aku..."

[ROUND 1 - G] ZANY SKYLARK - I AM IMAGYN

[Round 1-G] Zany Skylark
"I am Imagyn"

---

"Makhluk sialan!" umpat Zany tepat setelah tubuhnya dijatuhkan begitu saja dari langit, pelakunya sudah pasti si makhluk merah bersayap hitam yang membawanya langsung dari Jagatha Vadhi ke hadapan si Dewa kurang kerjaan. Apa ada Dewa yang terlihat sangat senggang sehingga kekurangan hiburan? Sepertinya baru satu yang Zany temui.

Gadis berambut putih itu membiarkan tubuhnya jatuh secara terlentang menghadap langit biru. Sesosok Hvyt yang melayang tak jauh dari tubuh Zany, membuatnya teringat akan masa lalu, tentang sensasi dingin dimana untuk pertama kalinya tubuh fana yang ia dapat terjun bebas di antara awan.

Ia tahu bencana selalu mendampingi kelahiran seorang Imagyn, dunia seolah membenci lahirnya sesosok makhluk yang menentang aliran waktu serta di luar kehendak tuhan. Beruntung Zany terlahir bersama tsunami, ia selamat karena jatuh di atas gelombang ombak tinggi, bukan di atas tanah atau aspal.

April 20, 2014

[ROUND 1 - G] NEMAPHILA - PARA PENJAGA HUTAN

[Round 1 - G] Nemaphila
"Para Penjaga Hutan"
Written by Redtailqueen 1550

---

Mentari belum sepenuhnya menyinari Hutan Varidios ketika Nemaphila sampai di sana. Sensasi sejuk, segar, teduh, berembun, damai, dan kerinduan menyelimuti benak wanita berambut benih itu. Namun ini bukan saatnya bersantai, mungkin sebentar lagi para makhluk asing dari alam kematian akan mengacaukan tempat ini. Nema harus segera mengatur rencana untuk melindungi kelestarian hutan kesayanganya itu..

---

Begitu banyak tumbuhan aneh dan serangga unik yang menarik perhatian Cherilya Janette. Bersama kamera kesayanganya, dia tak henti-hentinya mengabadikan setiap momen kesegaran hutan di pagi hari. Tempat ini sedikit mengingatkanya pada kawasan hutan di dekat Desa Valetta, hanya saja tidak terdengar bunyi kendaraan Hybrid dari kejauhan. Kicauan burung dan sahutan monyet hutan mengalihkan pandanganya ke puncak pepohonan tinggi. Samar terlihat pergerakan mereka menyebrangi dahan-dahan, sayangnya Cheril tak bisa menangkap momen itu karena minimnya cahaya.

[ROUND 1 - B] BARA SI TUMPARA - SETITIK DALAM DASAR

[Round 1-B] Bara Si Tumpara
"Setitik Dalam Dasar"
Written by Hael Elliyas

---

Merah. Merah. Merah. Gersang. Awan. Lentera. Hitam. Jiwa. Gersang. Padang pasir. Kelompok. Sayapnya. Tanduk hitamnya. Melompatku. Titahnya. Air. Eliminasi. Pantul. Cahaya. Setelah ku. Sahabat. Lawan. Kematian. Afterlife.

Terbangun dengan beralaskan dataran berkasar-kasar empuk, Bara si Tumpara, menatap langit dalam sungkur. Merah. Langit di atas sana terlihat bersinar merah dengan berhiaskan kumpulan awan hitam yang teramat pekat, terlukis aneh. Kelam. Seram. Apa yang diingat tarsius hijau ini adalah dirinya yang telah merasakan mati sesaat lalu akibat sebuah petaka.

Apakah ini alam baka?

[ROUND 1 - I] CELESTIA HANG - BLOODY MOON

[Round 1-I] Celestia Hang
"Bloody Moon"
Written by Sri Lestari

---

Cel hanya terdiam saat salah satu Hvyt membawanya. Tubuhnya secara sengaja dibuat kaku dan tak bisa melawan. Sudah lebih dari 1 menit yang lalu ia dibawa terbang oleh Hvyt. Ia bahkan tidak tahu kemana si makhluk jambul ayam ini akan membawanya. Hingga pada akhirnya matanya tertuju pada suatu tempat yang sangat asing. Sebuah kota terbentang luas dihadapannya, tapi  kota tersebut tidak berpenghuni. Tak lama kemudian, dengan kasar Cel dijatuhkan pada sebuah gedung. Ia tak mampu menjaga keseimbangan hingga akhirnya jatuh terjungkal di atap gedung. Susah payah dia berdiri dan merapikan pakaian serta rambutnya.

Hati gadis itu sangat kesal dengan perlakuan Hvyt dan mengutuknya berkali – kali. Hal yang tidak bisa diterima adalah bagaimana ia dijatuhkan dan membuat penampilannya menjadi berantakan. Masih sangat jelas dalam ingatan, bagaimana makhluk yang menurut pendapatnya tidak indah mengaku sebagai Tuhan dan bernama Thruqk, mengumpulkan berbagai macam makhluk hidup lainnya ke tempat yang disebut Devasche Vadhi.

Perintah yang diberikan sangat jelas, yaitu ia ingin agar kami saling membunuh dan memberikan tontonan yang menghibur. Dari 55 yang terpilih, dibagi menjadi 11 kelompok dimana dalam 1 kelompok terdiri dari 5 peserta dan hanya 1 yang akan masuk ke ronde berikutnya. Hal ini dirasa tidak adil oleh Cel, bahkan setelah kematian ia harus tetap bertarung, akan tetapi harga kemenangan dari pertarungan ini tak bisa diabaikan.

[ROUND 1 - G] CHERILYA JANETTE - TAP! TAP! DUARR!!

[Round 1-G] Cherilya Janette
"Tap! Tap! Duarr!!"
Written by Iis Erlian

---

BUG!
"Aduh!" Cherilya terpekik kala Makhluk berwarna merah yang membawanya terbang dari Devasche Vadhi, tiba-tiba menjatuhkannya ke tanah. Membuat dia terjerembab dengan wajah mencium tanah. Belum sempat dia mengomeli Hvyt, makhluk itu sudah ngeloyor pergi dan meninggalkannya di tempat yang penuh pepohonan.

"hey! Kembali kau makhluk tidak sopan!" teriak Cheril sambil mengarahkan anak panahnya kea rah Hvyt lenyap.

"Dasar makhluk menyebalkan tak punya sopan santun" omelnya sambil membersihkan kemejanya yang agak kotor.
"Oii loh ini dimana ya? Tempatnya mirip Valetta tapi kok tidak ada uara air terjun terdengar ya?" Cheril menempelkan tangannya di telinga, memastikan bahwa dia benar-benar tak mendengar suara gemuruh airterjun.

Cherilya akhirnya menyusuri hutan untuk mencari tahu dimanakah dia berada. Ketika tengah asyik menyusuri hutan sambil memotret, tentu saja dengan NORMAL MODE.

April 19, 2014

[ROUND 1 - C] ALTAIR KILATIH - REALITAS KEMATIAN

[Round 1-C] Altair Kilatih
"Realitas Kematian"
Written by Fusyana

---

Kilat berdiri di balkon lantai dua sebuah perpustakaan, memandang jauh kedepan. Dia tak mengenal tanah ini. Dia bahkan hampir tak mengenali dirinya sendiri. Sudah berkali-kali dia melihat bayangan tubuhnya di permukaan kaca buram dari sepasang pintu geser di belakangnya. Wajahnya terlihat putih bersih dan rambutnya hitam lurus. Kaosnya hitam, terbalut oleh jaket putih yang tebal. Dia memakai celana hitam dan sepatu putih dengan sedikit aksen hitam. Sepasang fingerless glove terpakai di kedua tangannya.

"Siapa aku? Aku siapa?" bisiknya kepada cermin. "Ah, aku Kilat," dia membalikkan badannya, melihat lingkungan yang asing dihadapannya untuk kesekian kalinya dan termenung. "Kilat. Kilat? Kilat siapa?"

Ini bukan dunianya, dia tahu itu. Tapi di mana dunianya yang sebenarnya? Dia ingat akan bangunan-bangunan yang melayang di udara, tapi di langit ini hanya ada awan dan burung. Semua bangunan yang ada di sekitarnya berdiri di atas tanah, dan entah kenapa, dia merasa sangat kesal. Setiap jengkal tanah tertutup oleh beton dan aspal. Jangankan pohon, rumput pun hanya tumbuh di petak-petak kecil di sudut tikungan, sementara semua kendaraan yang bergerak mengeluarkan suara yang bising, bahkan sesekali asap hitam. Semua hal itu terasa sama sekali tak masuk akal dipikirannya.

[ROUND 1 - H] PETRA ARCADIA - FOR THE GREATER GOOD

[Round 1-H] Petra Arcadia
"For The Greater Good"
Written by Billy Bagus Doxa

---

Suasana hening terpecah oleh bunyi ledakan keras dan sesosok mahluk bersayap muncul begitu saja dari balik udara hampa, tubuhnya sesaat berpendar kemerahan namun segera sirna seiring kepakan sayapnya yang hampir sebesar badannya, mahluk tersebut menukik hingga kira-kira dua meter di atas jalan raya dan menjatuhkan sesuatu yang digenggamnya, terdengar bunyi berdebam dan umpatan perlahan.

'Mahluk sialan..' gerutu Petra sembari terhuyung bangkit, baju yori ungu bermotif petak hexagon yang dikenakannya kotor tersapu debu jalanan ketika mahluk bersayap yang disebut Hvyt tersebut dengan enteng melepaskan genggaman dan menjatuhkannya begitu saja di atas jalan yang terbuat dari aspal.

[ROUND 1 - E] SCARLET NITE'ELF - PENUH TANDA TANYA

[Round 1-E] Scarlet Nite'Elf
"Penuh Tanda Tanya"
Written by Erza Link

---

Scarlet masih terdiam mematung ditempat. Dia masih tidak percaya dengan apa yang baru didengarnya dari pria berwajah merah itu. Scarlet pikir semuanya akan berakhir setelah dia mati. Namun semuanya benar-benar diluar dugaannya.

Scarlet tertunduk perlahan. Kini, mau tidak mau Scarlet dipaksa mengingat semua kejadian selama dia masih hidup. Dimulai dari petualangan nya mengeliling dunia, sampai janjinya kepada Aegis yang belum ditepatinya.
Mata Scarlet perlahan memejam.

Dan Cahaya terang.. tiba tiba Muncul

[ROUND 1 - I] SALVATOR JACKSON - LAST MONKEY STANDING

[Round 1-I] Salvator Jackson
"Last Monkey Standing"
Written by Dendi Lanjung

---

[Adegan 1] Musisi dan Sulingnya

Sal yang masih mengantuk, sempoyongan menahan berat badannya sendiri. Bagaimana tidak, sesaat sebelumnya dia masih merasa nyaman tertidur lelap di atas pohon aneh berwarna merah, yang disebut makhluk merah bersayap sebagai pohon Rachta.

Dan sekarang dia berdiri di halaman sebuah istana yang megah namun memancarkan aura yang suram. Di sampingnya berjajar rapi makhluk berbagai jenis yang tadi berkumpul bersamanya di hutan merah. Semuanya tampak kebingungan, semuanya tampak berbeda dan semuanya tampak pendek di mata Sal. Tapi semuanya berjajar rapi, itu yang membuat Sal bingung.

"Di mana lagi kita sekarang? Istana Disney versi kubur?" Komentar Sal. Belum sempat Sal berkomentar lebih lanjut, tiba-tiba terdengar suara keras yang berasal dari balkon istana.

April 18, 2014

[ROUND 1 - C] ALVIN DZEKOV - AWAL PERJUANGAN SANG MONSTER

[Round 1-C] Alvin Dzekov
"Awal Perjuangan Sang Monster"
Written by Diemas Aryasena

---

Bertahanlah, jalani hidupmu dengan lapang dada. Biarkan semua yang telah berlalu menjadi butiran debu, banyak cara untuk mencari hidayah-Nya. Tidak ada kata terlambat untuk menebus dosa-dosamu, bahkan sampai ke akherat.


Gelap. Itulah kata pertama yang ada dibenaknya, alam baka? Alvin terbangun dari beban dunianya, dia melihat tempat yang penuh dengan warna merah. Kehancuran, warna yang sangat disukainya selain hitam. Belum sempurna pijakannya, dia dikagetkan dengan munculnya berbagai tumbuhan merah, apalagi munculnya sesosok esksistensi atau yang sudah dikenal dengan Hvyt membawanya ke sebuah kastil seram, bernama Jagatha vadhi. Disana ada seorang, bukan dia bukan orang dia menganggap dirinya tuhan semesta alam, Dewa Thurkq.

[ROUND 1 - C] AZRAQ IBRAHIM - KAWAN DAN PERTARUNGAN SAMPAI MATI

[Round 1-C] Azraq Ibrahim
"Kawan dan Pertarungan Sampai Mati"
Written by Abil El Azraq

---

Azraq membuka kedua matanya perlahan-lahan. Dilihatnya sebuah cahaya lampu gantung menyala terang, sedikit menyilaukan matanya. Tubuhnya terasa ngilu sekali. Rupanya ia tengah terbaring di sebuah lantai di suatu ruangan.


"Di mana ini?" Dengan kesakitan ia bangkit. Dilihatnya puluhan rak-rak buku yang begitu besar dan tinggi berjejer di hadapnnya, penuh sekali, seperti sebuah ruang perpustakaan. "Tempat apa ini? Ugh! Badanku, serasa habis dibanting. Apa yang terjadi?"

Suasana di tempat itu begitu sepi. Tak nampak seseorang pun berada di sana. Azraq memutuskan berjalan mencari pintu atau apapun di ruangan itu. Namun sepanjang yang ia lihat tetap rak-rak buku yang begitu besar dan sangat banyak memenuhi isi ruangan. Bahkan ia tak menemukan adanya sebuah pintu atau jendela satu pun di sana. Ruangan yang mirip perpustakaan itu lebih seperti sebuah labirin sekarang.

[ROUND 1 - K] ANNETE - MEMORI YANG HILANG

[Round 1-K] Anette
"Memori yang Hilang"
Written by Gunawan Wibisono

---

BERTEMU IRWIN

Mata serasa berat. Aku ingin tetap memejamkan mata. Rasanya lelah untukku untuk membuka mata saat ini. "Mungkin.. Cinta sejati tak pernah ada… dalam kehidupan ini..". Ringtone itu terdengar di dekatku.. Eh tunggu!! Kubuka mataku dan kulihat dimana aku berada. Ini bukan dunia dimana aku berada! Bahkan aku tidak tahu bagaimana suara itu dapat muncul!
Mendengar lebih jelas, kudengar suara itu dari kantongku. Kemudian kurogoh kantungku.. dan disanalah kutemukan walkman kecil. dari alat itulah kudengar lagu tersebut..
Bagaimana aku bisa tertidur disini? Itu menjadi pertanyaanku. Hal terakhir yang kuingat adalah mengobrol dengan Irwin. Itupun bukan perbincangan yang dapat kuingat, seingatku pembicaraan kita ngelantur.. Tetapi anehnya semua jadi blur saat ini.

April 17, 2014

[ROUND 1 - J] BAIKAI KUZUNOHA - SPARKS: UNNECESSARY BATTLE

[Round 1-J] Baikai Kuzunoha
"Sparks: Unnecessary Battle"
Written by Nibelhero

---

"Your path in life will affected by other people sparks... And in turn... your path in life also acts as a spark for other people...."
- Lou Chyper


Prologue

Thurqk, sosok merah yang mengaku Dewa pencipta, Dewa pemilik seluruh alam, sudah memberikan titahnya."Jangan membuatku bosan," nadanya mengancam."Aku tidak menciptakan makhluk hanya untuk menjadikan mereka seorang pengecut."

Setelah berkata seperti itu, dia beranjak pergi dari Balkon. Para makhluk terbang suruhannya bergerak, mengangkut seluruh 'mereka yang terpilih' ke suatu tempat yang belum mereka ketahui. Suara riuh rendah dari seluruh peserta yang diangkut menjadi penanda bahwa Battle of Realms telah dimulai.

***

April 16, 2014

[ROUND 1 - F] NIM IMANUEL - AYO MAIN BONEKA~!

[Round 1-F] Nim Imanuel
"Ayo Main Boneka~!"
Written by Yuu

---

"Selamat datang di Devasche Vadhi."

Suara itu membahana di seluruh penjuru dataran merah yang nampak
seperti neraka ini. Semua mata sontak tertuju pada sumber suara milik
sosok merah agung bagaikan dewa di atas balkon sana.

"Sebelum salah paham, aku akan mengatakan hal ini,"

Tidak ada yang berbicara, berbisik pun enggan.

"Kalian semua yang ada di sini, sudah mati."

April 15, 2014

[ROUND 1 - K] RAFA GRAFITO - 24 JAM MENJELANG KERUNTUHAN

[Round 1-K] Rafa Grafito
"24 Jam Menjelang Keruntuhan"
Written by Marowati

---

Rafa kembali menjejakkan kaki di tanah kelahirannya, planet
Gliese 518g. Sebuah planet yang berada sangat jauh dari tatasurya.
Juga teramat jauh dari jangkauan kenangannya. Sebagian besar
ingatannya tentang kehidupan Gliese 518g memang telah pulih sewaktu
berada di Jagatha Vadhi. Tapi sebagian yang lain masih tetap menjadi
misteri baginya.

Kedatangannya ke tempat ini bukan sekadar untuk bertarung, melainkan
mencari jawaban atas petaka yang telah menimpa planetnya dan petaka
lain yang sedang mengancam Bumi. Awalnya, ia mengira akan mendapati
kondisi planet yang luluh lantak akibat ledakan dahsyat 20 tahun lalu.
Seingat Rafa, ia sempat melihat cincin raksasa menara Katai Merah
hancur lebur. Ledakan itu membuat seluruh peradaban di Gliese 518g
mengalami keruntuhan dalam sekejab.

April 14, 2014

[ROUND 1 - I] LUNA ARACELLIA - FIRST DAY OF DARK MOON

[Round 1-I] Luna Aracellia
"First Day of Dark Moon"
Written by Karina Lazuardi

---

First Day of Dark Moon: Beginning.

Part 5, Scene 1

Luna terbangun dan mencium bau amis darah. Tentu saja. Tak mungkin ia melupakan bau yang familiar. Darah itu berasal dari mulut dan hidungnya, bagaimana mungkin ia tidak merasakannya?

"Aku, selamat?"

Luna memandang sekelilingnya. Buram. Hanya bebatuan dan rerumputan yang ada di sekelilingnya. Tampak jasad seseorang berada di sana, tak terurus. Mati.

Luna mencoba bangkit, tetapi tak bisa. Saat itu, ia mengetahui bahwa tubuhnya tak lagi bisa digerakkan. Bertahan hidup setelah jatuh dari lantai setinggi itu adalah hal yang mustahil, maka hal ini adalah suatu keajaiban yang luar biasa.

[ROUND 1 - D] DARCIA REGINE COBRINA VIPREZ - THE OPENING OF DEATH PARTY

"The Opening of Death Party"
Written by Villyca

---

     Cia memperhatikan tempat baru yang kata orang yang mengaku sebagai dewa bernama Devasche Vadhi. Hawa tempat baru ini terasa panas dan didominasi dengan merah, gadis itu merasa tidak nyaman karenanya. Makhluk-makhluk aneh dan manusia-manusia yang tak dikenalnya terlihat tidak tenang. Panik, bingung, takut, dan segelintir kecil marah. Memang Cia sedikit bingung dengan apa yang terjadi dan tempat apa sebenarnya Devasche Vadhi-- namun gadis itu tidak merasa harus bertindak kebingungan meski ia memang bingung.


     Pembicaraan sepihak dimulai, makhluk merah yang mengaku sebagai dewa itu menginginkan sebuah 'tontonan menarik'. Makhluk-makhluk aneh dan manusia yang terlihat membawa senjata dikumpulkan menjadi satu lalu diharuskan membuat 'tontonan menarik', hanya satu hal yang bisa disimpulkan. Sebuah pertarungan.

[ROUND 1 - K] MBA IRWIN - PERANG TIDAK PERNAH USAI

[Round 1-K] Mba Irwin
"Perang Tidak Pernah Usai"
Written by [.Re]

---

Seorang gadis berrambut pelangi terhias hiasan sayuran terduduk
tergugu di trotar bersih. Walau seharusnya rambut itu menarik
perhatian tapi tidak ada satupun pejalan kaki yang menggubris. Pun
tidak saat gadis itu terus berteriak ketakutan memanggil nama

"Anta?!"

Beberapa kali gadis itu celingukan kiri dan kanan, berharap suaranya
terdengar. Air matanya mulai turun dan beberapa kali ia berujar "Maaf
dewata... maaf... ini bukanlah surga yang kuinginkan," lalu ia
mengusap air matanya dengan baju hitamnya.

[ROUND 1 - F] MAYOR YVIKA GUNNHILDR - JUST ANOTHER BATTLEFIELD

"Just Another Battlefield"

---

Sebuah kota tua.

Makhluk merah aneh bersayap itu menelantarkanku di kota terbelakang ini, dan sekarang aku harus bertarung melawan empat orang asing yang bahkan belum pernah kutemui sebelumnya. Si cepak berkulit merah itu masih melayang-layang jauh di atas kota tua ini, tak bicara sepatah katapun dan hanya mengawasi.

Dingin kurasakan meresap di jemariku saat kusentuh dinding batu sebuah rumah di dekatku, terasa sangat nyata, tidak seperti para warga kota ini. Aku beberapa kali mencoba berinteraksi dengan mereka, namun semuanya sia-sia, aku bahkan tak dapat menyentuh mereka. Entah aku yang benar-benar sudah mati dan menjadi semacam hantu, atau semua orang-orang ini hanya merupakan hologram.

[ROUND 1 - G] MANGGALE - BERTARUNG UNTUK MENYELAMATKAN

[Round 1-G] Manggale
"Bertarung untuk Menyelamatkan"

---

Manggale menatap kosong tempatnya berdiri. Kini di depannya terhampar sebuah danau besar, mirip danau toba, namun ini bukan danau toba. Ia mengetahui itu dari tidak adanya satupun perhotelan disini. Tadi dia sudah bertanya banyak pada makhluk berjambul itu, dan setelah itu baru ia paham. Dia dikirim disini untuk.. membunuh.

Satu hal yang sangat berlawanan dengan prinsip hidupnya. Dia seorang pangeran yang membela rakyat, tak ingin melukai seorangpun. Lantas kenapa ia harus membunuh? Ooh. Akhirnya dia tahu. Dia tadi jadi hantu, dibunuh, dan sekarang jadi hantu lagi jadi pasti... ini akhir dunia. One eye pasti telah muncul. Dan oom Thurqk itu pasti jelmaan dari one eye. Hyvt? Pasti para pengikut one eye.

April 13, 2014

[ROUND 1 - F] XABI ANGER METALLICI - FIRST TIME

"First Time"
Written by Eka Puspita

---

“Jadi, akan kemana kita Hvyt?” Tanya Xabi pada sesosok makhluk tinggi besar bersayap gagak yang kini tengah memegangi badannya, membawa remaja itu terbang ke langit merah dengan gumpalan awan kehitaman. Dari atas Xabi bisa melihat daratan merah menyala yang dipenuhi pohon rachta. Sebuah sungai merah mengalir deras di sampingnya. Entah kemana aliran sungai itu bermuara. Mungkin suatu laut merah yang tak kalah menyala juga.

“Hmm…tentu saja menuju sebuah tempat yang telah Thurkq tentukan…” Hvyt menghentakkan sayapnya dan menuju ke sebuah gumpalan awan abu kemerahan, membuat Xabi sedikit terguncang.

“Setidaknya kau berikan aku gambaran tentang tempat itu. Masa kau tidak tahu?” Xabi mencibir.

[ROUND 1 - J] DEISMO - RETURN OF THE FAKE GHOST!!

[Round 1-J] Deismo
"Return of The Fake Ghost"
Written by Overlord HALL

---

Deismo mendengar suara kain yang diterpa angin, kesadaranya mulai kembali. Suara itu adalah suara jubahnya sendiri yang diterpa oleh angin.

Perlahan-lahan ia membuka matanya,  hingga akhirnya dia menyadari dirinya sedang terbang di langit dengan awan-awan hitam, pemandangan seperti itu pernah ia lihat ketika penciptanya, Duster menerbangkanya ke angkasa untuk mengetes sebuah benda yang disebut Roket.

“Dimana ini...?”

“Jangan khawatir, aku akan mendaratkanmu dengan aman” Suara yang sangat datar diikuti oleh suara kepakan sayap terdengar dari belakang Deismo, sekilas dia melihat siapa yang di belakangnya, makhluk berkulit merah dengan sayap hitam memegang kedua tanganya sambil terbang di atas awan-awan hitam, kalau tidak salah namanya Hvyt.

April 12, 2014

[ROUND 1 - B] EISTED FODD - KILLER IS KILLED

[Round 1-B] Eisted Fodd
"Killer is Killed"
Written by Justang Zealotous

---

"Untuk dapat bertahan hingga akhir, tak ada cara lain selain mengalahkan siapa pun yang menghalangi kalian. Dari lima puluh lima yang ada di sini, akan kuperkecil jumlahnya menjadi empat puluh empat. Ya, sebelas di antara kalian akan merasakan siksaan yang pedih dariku."

Kata-kata makhluk yang menurutnya sebagai dewa itu terus terngiang di pendengaran Eisted Fodd. Terasa jadi kepedihan tersendiri terdengar dari mulut makhluk yang bisa dikatakan terangkuh seantero Devasche Vadhi. 

Setelah keluar dari Nanthara Island, sebuah tempat yang tak bisa dikatakan sebagai dunia, kalau pun itu neraka, terlalu kejam. Dia dibawa paksa oleh para Hvyt, ditarik-tarik tangannya, lalu ditinggalkan begitu saja. Eisted Fodd lalu membuka matanya lebar-lebar, mengatur posisi kacamatanya, dan sebuah hamparan gurun pasir terbentang luas di hadapannya.

April 11, 2014

[ROUND 1 - B] FLAGER IVLIN - KEMBALI BERTEMPUR

[Round 1-B] Flager Ivlin
"Kembali Bertempur"
Written by Hikaru Xifos

---

            Flager mengangkat wajahnya lalu memandangi apapun yang bisa dilihatnya di atas. Banyak. Banyak yang bisa dilihat. Jika dulu ia memandang ke atas, hanya bisa ditemukan awan yang berarak pelan di langit atau dedaunan jika di dalam hutan, kini ia bisa melihat bangunan-bangunan tinggi dan matahari yang bersinar cerah.
            Bukan, bukannya ia tidak pernah melihat bangunan yang tinggi. Di Kerajaan Glidkaze—yang mana merupakan kerajaan dengan teknologi paling maju dari tujuh kerajaan yang ada—juga memiliki bangunan-bangunan, terutama kincir angin, yang sangat tinggi. Hanya saja apa yang dilihatnya sekarang sedikit aneh. Bangunan-bangunan di sini memiliki bentuk yang jarang dilihatnya bahkan di kerajaan lain.

April 10, 2014

[ROUND 1 - F] TOMMY VESSEL - A DEATHLY TABLE-TOP DAY

[Round 1-F] Tommy Vessel
"A Deathly Table-Top Day"
Written by Melody Violine

---

I
Ini international table-top day, salah satu hari yang paling dinantikan oleh Tommy Vessel setiap tahun. Biasanya dia dan sahabat-sahabatnya dari studio Dice Thrower menghabiskan hari ini dengan bermain aneka boardgame bersama teman-teman sesama pecinta boardgame. Tahun ini mereka bahkan sudah membeli tiket pesawat untuk terbang ke pantai barat demi bergabung dengan Board Jamie dan kawan-kawan lain di sana.
Tapi Tom malah terbangun di antah-berantah ini. Melihat gaya bangunan sekitarnya, Tom sadar bahwa tempat ini merupakan kota kecil ala medieval Eropa. Masalahnya adalah apakah dia berada pada masa kini, karena dia tahu masih ada desa semacam ini di pedalaman Eropa, atau masa yang lain.

[ROUND 1 - J] RAVELT TARDIGARDE - DECLARATION OF WAR

[Round 1-J] Ravelt Tardigarde
"Declaration of War"
Written by Harid Ziran

---

Prelude
 “Apa aku salah??” pertanyaan – pertanyaan mulai timbul dikepalanya.

“Apa….apa yang telah kulakukan?Kenapa…….seperti ini??Dimana salahku?Apakah membunuh dewa yang menyebabkan penderitaan kepada manusia adalah sebuah kesalahan??”

“Apakah ini yang namanya hukuman Tuhan?”

“Kalau memang ini hukuman Tuhan…..” Ravelt bangkit, berdiri, lalu menyeka air matanya.

“Biar aku yang menanggungnya sendiri..”

Recreate.”

[ROUND 1 - D] REX - GOD SPEED LOVE

[Round 1-D] Rex
"God Speed Love"
Written by Eromango

---

"If you're going to adventure, make it a big adventure!" --Grandmother--

Prologue

Thurqk, sang dewa penguasa berdiri di balkon kastil seraya menatap hamparan halaman luas yang kini telah dipenuhi oleh mereka ‘yang terpilih’ untuk berkumpul di tempat itu. Mereka yang terpilih, yang berjumlah sebanyak lima puluh lima orang dari berbagai ras, suku, usia, dan gender berbaris rapi setelah sedikit dipaksa oleh para Hvyt, makhluk-makhluk bertubuh merah misterius yang membawa mereka semua ke tempat itu. Tujuan dikumpulkannya mereka di tempat itu tidak lain adalah untuk mendengarkan khotbah dari sang dewa penguasa, Thurqk, mengenai sesuatu yang mereka sendiri belum tahu apa.

“Mereka yang terpilih telah siap, anda bisa memulainya kapan saja, Dewa,” Salah satu makhluk yang disebut Hvyt melapor sambil bersujud di hadapan Thurqk.

[ROUND 1 - E] EMILS - ANTARA AIR DAN PETIR

[Round 1-E] Emils
"Antara Air dan Petir"
Written by Mocha H.

---

---===ROUND 01 : Antara Air dan Petir===----

“Dimana lagi ini?”

“Ah,iya..... Turnamen itu..... yang dibuat dewa jadi jadian....”

“Tsch.... bagaimana dia bisa melakukan itu? Aku bahkan belum sempat mengatakan apapun, tapi dia bisa menghentikanku..... apa dia dewa beneran? Ah.... tunggu... tidak mungkin.... dari semua “Dewa” yang sudah aku temui, semuanya palsu. Hanya  sekumpulan mahluk biasa dengan kekuatan di luar nalar”

“Dari pada itu, pikirkan dirimu sendiri, Slime!” Emils merasakan sebuah cengkraman kuat pada tubuhnya yang kemudian melemparkannya. Suara itu.... ya, tidak salah lagi, itu adalah Hvyt.

April 9, 2014

[ROUND 1 - F] MARION MARINATE - PERTEMPURAN DI KOTA TUA EROPA

[Round 1-F] Marion Marinate
"Pertempuran di Kota Tua Eropa"
Written by Centuryno

---

Didalam lorong spiral Marion terbang bersama dengan mahkluk merah bersayap hitam yang menggenggam erat tangannya. Selama disana Marion mengingat semua rentetan kejadian yang menimpanya setelah kematiannya di dunia nyata dan kejadian di dunia ini. Selain itu Marion juga mengingat cerita dari kekasihnya yang memasuki dimensi lain untuk bertarung dengan orang-orang yang tidak dikenalnya dan mendapatkan sebuah reward yang mengagumkan. Dan Marionpun menarik sebuah kesimpulan dari semua itu, jangan-jangan saat ini dia berada di dimensi yang diceritakan oleh kekasihnya yaitu dimensi Battle of Realms.

Marion melihat sebuah titik cahaya dihadapannya yang semakin lama semakin membesar dan akhirnya menutupi seluruh penglihatannya. Suara langkah-langkah kaki dan sengatan matahari membuat matanya terbuka dan melihat sekitarnya. Kini Marion berada disebuah tempat tepatnya disebuah alun-alun kota era pertengahan. Semua tampak klasik dan artistik seperti pada film-film yang bertema eropa abad pertengahan.

[ROUND 1 - K] REEH AL SAHR'A - TARIAN ANGIN GURUN

[Round 1-K] Reeh Al Sahr'a
"Tarian Angin Gurun"
Written by Epicu Fail

---
Pembuka


Dahulu hidup seorang pria. Nama depannya Reeh, nama keluarganya Sahr’a. Saat usia tujuh belas, ia memulai sebuah perjalanan untuk melihat dunia. Dari lautan yang dihuni monster ganas, hutan yang ditinggali kegelapan abadi, hingga kota emas yang hilang. Baginya semua itu ialah tabir misteri kehidupan yang menanti untuk dibuka.

Beberapa puluh tahun kemudian, ia mengungkap satu dari rahasia-rahasia alam terbesar : angin. Itu membuatnya mampu mendengar, berbisik, bahkan berjalan bersama angin. Tak hanya itu, ia juga mendapat anugrah hidup yang amat panjang, seperti angin. Sayangnya ia tak pernah menyangka kejadian itu akan menjadi titik yang mengubah arah pengembaraannya.

[ROUND 1 - D] UCUP - BERMULA

[Round 1-D] Ucup
"Bermula"
Written by Tamz Martaatmaja

---

“...Untuk dapat bertahan hingga akhir, tak ada cara lain selain mengalahkan siapa pun yang menghalangi kalian. Dari lima puluh lima yang ada di sini, akan kuperkecil jumlahnya menjadi empat puluh empat. Ya, sebelas di antara kalian akan merasakan siksaan yang pedih dariku.”

            Perkataan Dewa Thurqk masih terngiang di telinga Ucup. Otaknya berpikir. Mencoba mencerna apa yang dewa itu maksud. Pandangannya berkeliling, mencoba mencari jawaban dari setiap makhluk yang berserakan. Semua diam, dan menghilang...

April 8, 2014

[ROUND 1 - H] ZACHARIAS EITHELONEN - VIOLET SUNSET

"Violet Sunset"
Written by Naer

---

Mereka yang terpilih.

Terdengar begitu terhormat, walaupun nyatanya tidak.

“Aku bisa berjalan sendiri,” tukasnya pada sosok bersayap hitam (yang akhirnya ia ketahui disebut Hvyt) sembari menepis lengan berbuku tebal sosok tersebut yang tengah berusaha menariknya ke suatu tempat. Oh, tidak hanya ia seorang yang digiring seperti ternak, namun ada lima puluh empat lagi yang bernasib sama dengannya, bahkan tak jarang ada yang memberontak walaupun hal itu sia-sia. Istilah ‘Yang Terpilih’ kini terkesan seperti kumpulan domba kualitas tinggi yang diseleksi dari sebuah populasi untuk dipaksa menari di atas bara api sebelum dijagal. Lucu sekali.

[ROUND 1 - D] CAROL LIDELL - LUCTOR ET EMERGO

[Round 1-D] Carol Lidell
"Luctor et Emergo"
Written by Kagetsuki Arai

---

[Intro]

Dalam diam, Carol membaca sebuah panduan wisata kota Bandung. Di sekelilingnya, berbagai macam orang berlalu lalang tanpa memperdulikan kehadirannya, seakan ia memang tak ada di sana. Setelah puas membaca buku itu, ia kemudian menatap sekelilingnya.

Mobil, Motor, becak, gedung-gedung tua yang belum pernah ia lihat dan tentunya akan menarik baginya kalau saja pikirannya tak terganggu oleh apa yang dikatakan sang dewa Thurq tadi. Dugaaan paman Primo ternyata memang benar.

[ROUND 1 - E] COLLIN BURKE - PULANG

[Round 1-E] Collin Burke
"Pulang"
Written by Hardy Zhu

---

Tubuhku dijatuhkan secara paksa ke daratan. Aku belum sempat menyiapkan kuda-kuda untuk mendarat, Hvyt gila itu sudah melepaskan jeratannya. Lihat makhluk bersayap di sana, tanpa berkata apapun langsung melesat dan menghilang di balik awan. Apa itu yang dikatakan pelayan dewa? Dewa yang katanya menciptakan semua makhluk? Entah apa yang dikatakan orang-orang yang masih hidup jika tahu dewa pencipta mereka beda tipis dengan penyihir jahat.
Aku menepuk dada, lengan dan paha yang terkena debu aspal. Ini arena bertarungnya? Aku menyebar pandangan. Sedetik kemudian... apa ini? Thurqk!! Apa maksudmu membawaku ke mari? Kamu mau mengujiku dengan bertarung di sini? Di rumahku sendiri?

[ROUND 1 - B] STELLA SWORD - THE GENIUS OR CRAFTINESS OF ALEXIS WITCH

[Round 1-B] Stella Sword
"The Genius or Craftiness of Alexis Witch"
Written by Muchy MM

---

Stella merasa kebingungan, pasalnya ia disuruh berbaris dengan paksa. Dibarisannya tepatnya didepannya ada makhluk berkacamata, ia berdampingan dengan makhluk yang sebagaian besar tubuhnya dililit oleh kain, satu baris di belakangnya ada makhluk yang berpakaian pakaian tradisional cina dan disamping makhluk tadi ada makhluk aneh berwarna hijau, telinganya memanjang dan diujungnya ada lentera yang memancarkan cahaya.

“Hah? Nggk salah lihat nih aku? Ada makhluk yang bisa mempunyai lentera dibagian telinganya, bukannya makhluk yang bisa mempunyai lentera seperti itu adalah ikan jenis Angle Fish dan Dragon Fish” Stella membatin sambil masih mengedarkan matanya ke sekelilingnya.

[ROUND 1 - K] SJENA REINHILDE - A FAKE FAIRYTALE THAT KIDS SHOULDN'T READ

[Round 1-K] Sjena Reinhilde
"A Fake Fairytale that Kids Shouldn’t Read"
Written by Bayee Azaeeb

---

Day 5 (07.23 PM) - The Fake Specimen

Namanya Spesimen no. 1. Seorang pria akhir duapuluhan yang hidup sendirian di lantai atas sebuah apartemen. Meski umurnya belum menginjak kepala tiga, tapi uban di yang ada di rambutnya lebih dari tiga pangkat tiga. Wajahnya lusuh, selalu lusuh sepulang kerja. Membawa beban berat entah darimana.

Sjena duduk di sofa empuk milik Spesimen no. 1 dengan tangan yang terbalut perban seadanya, bersantai menonton televisi yang entah menyiarkan apa. Dia sendiri tidak terlalu peduli, lebih peduli dengan apel yang dikunyahnya. Apel milik Spesimen no.1.

April 7, 2014

[ROUND 1 - J] ANDHIKA KARANG -BUKAN MIMPI KAN

[Round 1-J] Andhika Karang
"Bukan Mimpi, Kan"
Written by Ihsan Abdul Aziz

---

Kara dan Eza tiba di realm yang asing bagi mereka. Lalu mereka terbang rendah untuk mulai mencari yang lain untuk bertarung sebagaimana yang Thurqk katakan di Devasche Vadhi. Di realm ini, banyak terdapat lubang-lubang dimensi. Ini bukan mimpi seperti dunia mimpi Kara. Ia telah lama mati. “Sialan..” ucapnya seperti nada datar walau pikirannya berkecamuk hingga kepalanya hampir saja berdetak seperti jantungnya, dan sampai-sampai matanya kedutan.. barangkali. Jelas ada yang meledak di dalam pikirannya, serpihan-serpihan teriakan yang lantang ada dalam benaknya.

“Gue benar-benar udah mati apa nggak, nggak yakin dah gue.  Apa benar ucapan Thurqk itu? Yang pasti gue jangan sampai tewas lagi!”

[ROUND 1 - E] SILENTSILIA - THE TRUTH IS HARSH

[Round 1-E] SilentSilia
"The Truth is Harsh"
Written by Hinata Ummi

---
There’s no such thing called Truth in this world. Because the truth is just something that Human created to called something that the world hide.”
- Hinata Ummi -  The Author -
***

Sil memandang tempat ia bepijak kini. Rerumputan hijau muda yang menyejukkan mata sangat kontras dengan tubuhnya yang terbalut dengan gaun hitam pekat. Di sekitarnya terdapat beberapa kursi dari bahan kayu serta pohon-pohon hijau rimbun. Sangat cocok sekali untuk duduk-duduk santai kalau saja ia tidak tengah dilanda kebingungan.

Ia menatap ke sekelilingnya untuk mencari tahu dimana ia sebenarnya. Makhluk bernama Hvyt tadi meninggalkannya begitu saja ketika mereka sampai di tempat ini. Tanpa kata-kata pengantar tentang dimana makhluk merah bersayap itu meninggalkannya.

[ROUND 1 - H] PRIMO TROVARE - YOUR SOUL DESPISE ME

[Round 1-H] Primo Trovare
"Your Soul. Despise. Me!"
Written by Blackz

---

Primo menjejakkan kakinya ke sebuah jalanan, sebuah pemandangan yang unik terpampang di hadapannya. Pria dan wanita lalu-lalang di jalanan dalam kota. Pakaian mereka tidak terlalu berbeda dengan pakaian para rakyat di masanya, tetapi struktur bangunan menyatakan mereka jauh lebih tua daripada masa Primo.

"Tiga ratus atau dua ratus tahun sebelum masaku?"

Perpindahan tempat seperti ini tentu saja tidak lagi membingungkan Primo, mengingat puluhan sosok manusia maupun yang mirip manusia dikumpulkan dan dipertarungkan sesuka hati oleh Thurkey, hal seperti ini pun bukan masalah baginya.