September 8, 2014

[ROUND 5] SALVATORE JACKSON - WINTER SONG

[Round 5] Salvatore Jackson
"Winter Song"
Written by Dendi Lanjung
--- 

:: Catatan si Beleth

Namaku Beleth dan aku adalah bintang tamu di babak sebelumnya, walau sebenarnya tidak diundang sih.

Mungkin banyak yang merasa aneh, siapa aku? Dan kenapa aku tiba-tiba muncul di akhir pertarungan Sal dan membantunya mengalahkan Amdusias?

Biar kuberitahu satu hal, aku tidak tiba-tiba muncul begitu saja, aku sudah ada sejak dari awal. Jauh sebelum Salvatore Jackson lahir di planet Meteo, aku sudah ada di dekat si Musisi Patah Hati bahkan sebelum dia jadi Musisi Patah Hati, terperangkap dalam sebuah biji jambu mete sebesar buah mangga.

Perihal bagaimana caranya aku bisa berada di sana? Well, that is not your business!

Ketika seorang Meteo lahir, dia akan diberi sebuah biji jambu mete yang kemudian ditempelkan di atas kepalanya. Biji jambu mete itu berfungsi sebagai pelindung dan jimat keberuntungan bagi seluruh anak suku Meteo. Biji tersebut bisa dibilang menjadi anggota tubuh tambahan bagi suku Meteo dan akan terus menempel di kepala seorang Meteo sampai ajal menjemputnya.

Tapi seperti sudah ditakdirkan, Salvatore Jackson secara sembrono melakukan ritual berbahaya dan malah 'kehilangan' nyawanya. Tentu saja aku pun ikut terbawa sampai ke dunia Afterlife ini, dimensi yang tercipta atas kehendak Thurqk Iylich, di mana akhirnya aku terbebas dari kutukan biji jambu mete. Jadi terima kasih Iylich-chan, dan terima kasih Sal-chan.

Saat kubilang sembrono, maksudku adalah sembrono dalam skala demonsional. Ada skala regional, nasional, internasional, tata surya, galaksi dan antar dimensi, skala demonsional ada di posisi yang lebih absurb lagi. Mengerti maksudku? Ketika orang sepertiku menyebut tindakan Sal-chan itu sembrono, itu artinya sesuatu yang sangat buruk akan terjadi, karena Elder Scroll Kaditukadieu adalah artifak yang sangat berbahaya.

Ketika seseorang membaca lembaran kuno tersebut, tanpa dia sadari dia telah melubangi dinding pembatas antar dimensi, mengacaukan keseimbangan antar dunia, membuat seseorang dengan kemampuan merampas dan menduplikasi jiwa menjadi leluasa dalam bertindak.

Dan Salvatore Jackson mengaktifkan kekuatan terlarang tersebut hanya untuk menemui seorang perempuan yang dulu ditemuinya di masa lalu.

•••

September 7, 2014

[ROUND 5] DEISMO - THE REALM DESTROYING BATTLE!!

[Round 5] Deismo
"The Realm Destroying Battle!!"

Writtem by Overlord Hall

---

Walaupun Nolan telah memberikan sepercik harapan pada para peserta, suasana hati mereka masih tidak berubah, masih tenggelam dalam lautan kebingungan dan keputusasaan. Mereka semua terdiam hening sambil membuat keputusan dalam pikiran masing-masing, tidak ada yang berbicara, yang terdengar hanya langkah kaki mereka sendiri yang menggema dalam lorong.

Sementara Deismo, ia tidak tahu apakah ia bisa mempercayai Nolan, tapi dia juga tidak mau memberikan kepercayaannya pada Thurqk. Deismo tidak yakin masalah yang ia hadapi akan berakhir hanya dengan memenangkan turnamen ini.

Meski begitu, Deismo tidak keberatan melakukan satu atau dua pertarungan lagi, kalah atau menang tidak masalah jika saja yang dikatakan Nolan benar. Apapun yang terjadi, Deismo hanya ingin harapannya terkabul, kembali ke realm asalnya, menghabisi Duster dan kembali pada teman-temannya.

[ROUND 5] SILENTSILIA - GOD IS NOT EXIST FOR ME

[Round 5] SilentSilia
"God Is Not Exist For Me"

Written by Hinata Ummi

---

“Do you believe in god? Trust me! I’m not.”
- SilentSilia – The Character –

Mungkin kau heran, mengapa akhirnya aku yang mengambil alih cerita ini. Kau mungkin juga heran mengapa cerita ini tidak dimulai oleh kutipan dari si bodoh Ummi. Ya.. aku yakin kau heran. Sama seperti ketika kau membaca kalimat ini, kau mengernyitkan pelipismu serta menatap heran pada layar komputer atau telepon pintarmu itu.

Ingin bertanya kenapa? Jangan. Aku tidak ingin kau bertanya sekarang, karena saat ini aku lebih ingin menceritakan apa yang terjadi padaku dan si bodoh lainnya. Sesosok Persona bodoh yang berkata bahwa ialah Dewa dari jagad Raya.

Omong-omong kau percaya tuhan? Kau percaya dewa? Kau ingin tahu sesuatu? Aku SilentSilia menyatakan bahwa aku TIDAK percaya pada tuhan. Bagiku, tuhan hanyalah konsep. Sesuatu yang diciptakan oleh Persona untuk menjelaskan hal-hal yang tidak mampu mereka cerna. Sebuah label.

[ROUND 5] NIM IMANUEL - AKHIR

[Round 5] Nim Imanuel
"Akhir"

Written by Yuu

---

Langit gelap membentang
Bintang kecil mulai bersinar
Bulan pun benderang
Menerangi latar

Di laut pun ada bulan dan bintang
Namun itu hanya semu
Semu tetaplah semu
Semu itu kamu

***

"Aku berada di pihak kalian, walaupun keadaannya sangat berbahaya bagiku berbuat demikian. Thurqk mempercayaiku sebagai tangan kanannya. Bila kalian bertanya, kenapa kalian—"

Cerewet cerewet cereweeet!

Aku berguling-guling dengan malas sambil sesekali menggaruk bagian tubuh yang gatal. Aku tidak mengerti apa yang orang asing itu katakan. Aku bahkan tidak tahu dia siapa.

Saat ini aku dan beberapa peserta yang tersisa tengah dikumpulkan di dalam sebuah ruangan misterius, ujung dari labirin tempat bertarung sebelumnya.

[ROUND 5] MBA IRWIN - MOCK CONFESSION

[Round 5] Mba Irwin
"Mock Confession"

Written by [Re.]

---

Banyak yang mengatakan bahwa tragedi dapat disulap menjadi sebuah komedi -bila tragedi tersebut disuguhkan dalam nampan yang benar. Banyak yang mengatakan bahwa butuh sebuah sirkus agar manusia mau memperhatikan kehidupan orang lain. Maka tak jarang manusia menertawakan jatuh bangunnya seseorang –baik tawa senang maupun gelak canda. Hidup Peace Maker pun tak jauh berbeda.

Tidak ada yang lebih menarik dibanding menyaksikan kejatuhan seorang tokoh super. Manusia yang penasaran akan terus mengikuti kehidupannya. Tentu ada pula yang berharap cerita belum berakhir, ada yang berharap kejatuhan berarti selesainya hidup. Begitupun Peace Maker.


Saat ini Mba Irwin, sang Peace Maker, menatap tingginya lubang. Ia menghela napas dan hanya bisa mengangkat tangannya, berusaha menggapai angkasa yang terlihat jauh. Tak tergenggam, tak tergapai.

Mba Irwin. Perempuan pahlawan perang yang memiliki wajah tak tersembunyi di balik topeng. Rambut pelangi penghancur terror adalah nama yang sempat disematkan korban perang. Tapi Malaikat Penghancur berbaju hitam juga disematkan oleh para pengabdi perang. Ia memiliki wajah yang dinilai berbeda bagi tiap kubu.

September 6, 2014

[ROUND 5] LAZUARDI - NOL

[Round 5] Lazuardi
"Nol"

Written by Po

--- 


1 - Statik

Pria berkacamata itu mengumpulkan semua yang tersisa. Apa yang dikatakannya membuat bermacam-macam reaksi. Bahwa terdapat puluhan kristal jiwa dalam ruang rahasia milik Sang Dewa. Mendapatkan semua kristal mungkin saja adalah kesempatan hidup kembali untuk mereka semua.

Kilat bertatapan dengan sang pria, nyaris tak terlihat namun mereka membuat isyarat mata. Diam-diam sang gadis bermarga Altair sudah berjanji akan menumbangkan dominasi Thurqk terhadap Nanthara. Memang dalam prosesnya mereka harus bergumul dalam kegilaan yang dirancang Nolan demi mengalihkan perhatian Thurqk. Dan sepanjang perjalanan itu, nyawa dan kehormatan mungkin akan terbuang seperti pasir terbawa angin.

Namun bila ini semua berhasil, Baikai serta Elle tak harus musnah. Semua dapat kembali seperti sediakala. Kesempatan kedua akan datang. Dan Nolan dapat membuka jalan untuk mereka. Maka dari itu, si gadis pun mengatakan sesuatu pada tangan kanan Thurqk tersebut.

"Aku ingin bersama Lazu dalam babak ini."

[ROUND 5] NURIN - DEATH CLOUD RISING

[Round 5] Nurin
"Death Cloud Rising"

Written by Fachrul R.U.N
 
--- 

1
Sementara Nolan memberi pengarahan, Hvyt milik pria berkacamata itu menyembuhkan Nurin, memulihkan kondisinya kembali seperti sedia kala. Nurin mendudukkan diri, mengerjapkan mata, menggerak-gerakkan jemari tangan dan kaki untuk memastikan tubuhnya mampu bekerja dengan baik. Tenaganya telah kembali, muncul hasrat untuk segera mencoba kekuatan barunya, tapi ia menahan diri. Tidak perlu. Colette sudah menyingkap kekuatan utamanya, tidak perlu memperlihatkan kemampuan pengubah wujud sekarang.

"Ah, syukurlah..." Mba menghela nafas. "Syukurlah Anda bisa kembali pulih. A-apa Anda masih butuh bantuan? Mungkin saya bisa..."

"Tidak perlu..." Nurin buru-buru berdiri dan menjauhi wanita berambut pelangi itu. "Sekarang saya bisa jalan sendiri."

"Oh. Oh, oke. Baiklah."

September 5, 2014

[ROUND 5] SJENA REINHILDE - ALL YOU NEED IS CONTEMPLATE YOUR EXISTENCE

[Round 5] Sjena Reinhilde
"All You Need is Contemplate Your Existence"

Written by Bayee Azaeeb

---

Chp 1 : Killing for the greater good
"You pronounced 'killing is great' wrong"

"Selamat datang di desa Eonora, pengembara! Jarang-jarang kami didatangi pengembara dari negeri lain. Desa kami telah lama –"

Berisik.

Aku berjalan melewati kakek tua yang menyambutku di pintu masuk. Berjalan melewati rumah-rumah berbentuk kubah yang ditumbuhi sulur-sulur aneh. Kepalaku berdenyut, seperti habis dihantam dan dijadikan mash potato, lembek, dan mengulang kata "potato" berulang-ulang kali.

Aku yakin kepala kalian juga jadi mash potato apabila kalian mengalami kejadian ini berulang kali. Berada di sebuah desa asing, disambut seseorang yang tak kalian kenal, tanpa tahu apa yang harus kalian lakukan, apa tujuan kalian, dan sebagainya. Belum habis otak kalian mencerna, tiba-tiba semua telah diulang dari awal, menjalin sebuah loop.

Tak ada hal lain yang kuingat, selain potato dan namaku sendiri. Sjena Reinhilde. Satu-satunya hal yang bisa kujadikan pedoman, meski tak membantu sedikitpun. Tak ada satu bayangan yang terbersit saat aku menjelajahi desa ini selama hampir sejam.

[ROUND 5] MAYOR YVIKA GUNNHILDR - JUST ANOTHER NAMES ON THE DEATH LIST

[Round 5] Mayor Yvika Gunnhildr
"Just Another Names on The Death List"
Written by Herry P. Zulkarnaen

---

"Mama, apa Mama seorang pembunuh?"

Satu kalimat tanya dari putriku yang nyaris membuat jantungku berhenti berdetak. Entah siapa yang mengajarkannya untuk bertanya hal tersebut, tapi aku akan pastikan kalau orang itu tak akan lagi bernapas di alam semesta ini.

"Lana, sayang, pembunuh itu orang yang sangaaaat jahat," celetuk Alain sembari merangkul diriku yang masih terpaku dari belakang. "Nah, apakah Lana pernah melihat mama pernah berbuat jahat terhadap papa, kakek, nenek, atau kepada Lana sendiri?"

"Tidak, mama selalu baik sama Lana!" tegas putri kecilku sambil menggelengkan kepalanya. "Lana tahu kok, Lana tahu kalau Danny berkata bohong soal mama!"

"Nah, sekarang sebaiknya Lana siap-siap, kita akan berangkat sebentar lagi."

September 4, 2014

[ROUND 5] URSARIO – LORDY AND LORDESSY OF THE URSA-DEMONY

[Round 5] Ursario
"Lordy and Lordessy of the Ursa-demony"
Written by Heru S. Zainurma

---

-intermezzo-
Thurqk sang Pencuri Jiwa


Siapa tidak kenal Thurqk? Dia bukan sekedar Overlord kemarin sore. Sukses di bisnis hiburan, karir Thurqk segera melonjak drastis. Iylich Corporation miliknya kian terkenal. Thurqk semakin kaya. Kini dirinya sudah setanding dengan para Overlord lainnya.

Dan tentu, Thurqk punya rahasia kesuksesan.

Bagaimana Thurqk membangun Taman Kematian? Dengan cara apa Thurqk mengendalikan hidup dan matinya para petarung? Mengapa Thurqk bisa begitu ganteng?

Ah, mari kita buka sedikit saja, sekelumit "rahasia dapur" sang Dewa Merah.

September 3, 2014

[ROUND 5] CLAUDE & CLAUDIA - NO MATTER WHAT, OUR FATE IS FILIPENDULOUS

[Round 5] Claude & Claudia
"No Matter What, Our Fate is Filipendulous"
Written by Sam Riilme

--- 

Behind The Curtain

Pusat labirin Vishala Rashta adalah tempat di mana 13 orang peserta yang berhasil selamat hingga sejauh ini berkumpul.

Di sana, seorang lelaki berkacamata yang memperkenalkan dirinya dengan nama Nolan Collard Fambrough telah menunggu mereka.

Kepada para peserta ia mengaku bahwa ia berada di pihak mereka. Ia hendak meloloskan semua peserta dari kezaliman turnamen penuh adu domba ini, dengan syarat mereka mengikuti rencananya untuk mengalihkan perhatian Thurqk si dewa merah sementara ia melakukan apa yang ia perlukan.

Dan tidak ada pengalih perhatian yang lebih baik bagi Thurqk selain menyajikan hiburan – tentu saja, dalam bentuk pertarungan.

[ROUND 5] STALLZA - RENCANA PENYELAMATAN


[Round 5] Stallza
"Rencana Penyelamatan"
Written by Yafeth T.B.

---



I



Bagian tengah labirin yang dituju Stallza ternyata adalah sebuah ruangan berbentuk melingkar dengan banyak pintu. Saat Stallza tiba di sana, telah ada dua belas peserta lain yang tiba sebelum dirinya. Mereka tampak mengelilingi seseorang di tengah-tengah ruangan itu. Seorang pria berkacamata yang berdiri di depan sebuah meja tampak gugup dengan tatapan curiga dari para petarung yang mengelilinginya. Di atas meja terdapat sebuah kotak tipis dengan layar kaca. Lalu dari layar itu muncul gambar-gambar bergerak seperti yang pernah dilihat Stallza di pulau Ryax.



"Thurqk bukanlah dewa seperti yang selama ini kalian pikirkan," kata pria berkacamata, "dia hanyalah begundal busuk yang sedang berusaha menipu dan menjebak kita semua di dalam permainan berdarahnya."


September 1, 2014

[ROUND 5] PRIMO TROVARE - DIVINE LIGHT EXPLOSION

[Round 5] Primo Trovare
"Divine Light Explosion"
Written by Blackz

---

"Aku tak benar-benar mempercayai ini sebenarnya, tapi tak salah lagi itu adalah ekstrak dari jiwa-jiwa kalian," jelas Nolan.

Primo mendenguskan nafasnya, ia tahu bahwa kristal jiwanya masih ada di tubuhnya, dan juga ia mampu merasakan kristal jiwa kedua belas petarung yang ada di ruangan kecil ini masih ada di dalam tubuh mereka.

Tepat sebelum ia dipindahkan ke pulau bibit kemarahan Amon, Primo menyadari, bahwa pembantaian yang dilakukan Thurqk itu adalah salah satu cara mengekstrak Kristal Jiwa, dengan merusak tubuh fana yang terbentuk di neraka.

Tepat setelah Primo memasuki ruangan dengan sinar terterang tersebut, Primo mendapatkan dirinya diceramahi oleh pemuda yang bernama Nolan itu.