May 20, 2014

[ROUND 2 - THVR] ENZERU SCHWARZ - DEAREST LUST

[Round 2-Thvr] Enzeru Schwarz
"Dearest Lust"
Written by Wildan Hariz

---

Bunyi gesekan dapat terdengar di tempat itu. Sesosok makhluk merah berambut mohawk bersayap hitam terlihat sedang menyeret sesuatu. Jika dilihat lebih dekat, kau dapat mengetahui bahwa yang diseretnya adalah sesosok laki-laki. Seretan demi seretan dilakukan makhluk itu dengan tenang.
Selain peristiwa itu, tidak banyak yang dapat dilihat di sana. Padahal, tempat itu terbilang luas. Bentuknya menyerupai sebuah aula, dengan pilar-pilar yang sangat tinggi. Namun, jika dilihat dari bawah, hanya ada kegelapan yang menutupi ujung atas pilar-pilar itu, sehingga apa yang disangganya tidak terlihat sama sekali.
"Kerja bagus, Hvyt," sebuah suara membuat sang makhluk merah berhenti menyeret. Dia melepaskan laki-laki yang diseretnya, dan menghempaskannya ke semacam lantai yang menjadi dasar tempat itu.
"Segalanya untuk Yang Mulia Thurqk," kata Hvyt sambil berlutut.
"Akhirnya mereka mengetahui bahwa tidak ada gunanya melawan kehendakku," Thurqk melirik laki-laki yang tergeletak tidak sadarkan diri di bawahnya.

[ROUND 2 - RYAX] NEMAPHILA - PENGUASA HUTAN BETON

[Round 2-Ryax] Nemaphila
"Penguasa Hutan Beton"
Written by Redtailqueen 1550

---

Ramai. Tempat pertarungan kedua ternyata lebih ramai daripada perkiraan Nemaphila. Dengung mesin dan alat elektronik berkumandang di semua penjuru pulau tersebut, membuat wanita berkepala benih merasa tak nyaman. Sejauh mata memandang tak terlihat satupun tumbuhan hijau di pulau itu. Sebagai gantinya, puluhan gedung buatan manusia menjulang tinggi mencapai langit. Seluruh permukaan gedung dan jalan dipenuhi lampu berkelap-kelip beraneka warna, sebagian berupa layar yang menampilkan berbagai tayangan berbeda. Bagi wanita viridian penjaga alam tempat itu adalah neraka, neraka yang sesungguhnya.

"Aku harus bertarung.. di tempat ini?" tanya Nema ketika sosok bersayap menyandarkanya pada bangku beton berhiaskan lampu redup di pinggir jalan.
Hvyt mengangguk. "Pulau Ryax, pulau keangkuhan. Kau dan keenam peserta lainya harus saling bertarung di pulau ini hingga hanya tersisa satu pemenang."

[ROUND 2 - ARSK] ALTAIR KILATIH - DUNIA 36.000 DETIK

[Round 2-Arsk] Altair Kilatih
"Dunia 36.000 Detik"
Written by Fusyana

---


-300 Detik.

Kilat terbaring telentang di antara serpihan raksasa pilar-pilar dari benteng es. Azraq terkapar tak sadarkan diri di suatu tempat di salah satu sisi kota yang luluh lantah, entah di mana. Kilat terdisorientasi akan arah setelah bertarung selama sepuluh jam dengan pengendali air dan es, sahabatnya sendiri. 

Azraq telah menciptakan hujan dari udara kosong, membekukan awan dan membuat benteng serta puluhan marionette salju berwujud beruang kutub kelaparan. Kilat tahu dia tak perlu mencari di mana tubuh Azraq kini tergeletak hanya untuk memastikan apakah dia masih hidup. Dia yakin Azraq hidup, di mana pun tubuhnya terkulai tanpa kesadaran.

Kilat menang. Dia memenangkan pertempuran sakit, yang lahir atas kehendak dewa yang sakit, di alam kematiannya. Ah, Kilat sudah mati. Dia langsung teringat, semua ingatan Kilat yang terenggut Void telah didapatkannya kembali, dan dia teringat... akan kematiannya.

[ROUND 2 - RYAX] RAVELT TARDIGARDE - PUPPET OF PRIDE

[Round 2-Ryax] Ravelt Tardigarde
"Puppet of Pride"
Written by Harid Ziran

---

Prelude

Sebuah pulau mulai tampak dalam pandangan mata. Sebuah pulau besar di angkasa, menghiasi langit yang berwarna merah kehitaman. Angin bertiup kencang disekitar pulau itu, seolah menampakkan keangkuhannya. Sementara dari jauh terlihat bangunan – bangunan bertingkat yang menggenggam langit menghiasi bagian tengah pulau.

[Ryax Island]

Satu dari tujuh pulau terkutuk yang dimiliki oleh sang penguasa Devasche Vadhi, Thurqk. Pulau yang telah diberi kekuatan untuk membuat siapapun yang menginjakkan kaki di atasnya dikuasai oleh harga diri dan keangkuhan yang luar biasa.

Terdiri dari gedung – gedung pencakar langit yang tersususun melingkar, membentuk sebuah perkotaan modern yang dilengkapi dengan berbagai macam teknologi tingkat tinggi. Terdapat berbagai macam ukuran gedung disini, akan tetapi yang paling mencolok adalah gedung pusat yang berada di tengah, berwarna hitam legam dengan lingkaran cahaya berwarna merah yang menunjukkan angka sepuluh di atasnya.

May 19, 2014

[ROUND 2 - ARSK] NIM IMANUEL - I'LL BE THE ONE

[Round 2-Arsk] Nim Imanuel
"I'll Be The One"
Written by Yuu

---

Aku anak terkutuk.

Terlahir dengan Mata Iblis yang merenggut nyawa Ayah-Ibu, sudah menjadi bukti yang cukup bahwa kehadiranku di dunia ini hanya membawa malapetaka.

Kakak perempuanku, Tabita, yang saat itu baru berusia sepuluh tahun, mendapatiku yang baru beberapa saat lalu terlahir ke dunia berada dalam kondisi yang ganjil.

Bagaimana tidak, bayi yang baru lahir tidak semestinya sudah duduk tegak seperti diriku. Meskipun bercak-bercak darah masih nampak jelas di tubuhku, tapi aku yang masih bayi saat itu benar-benar duduk, tanpa tangisan dan tanpa seorang pun menemani.

Tabita menghampiriku perlahan, kali ini ia sadar bahwa aku tidak sendirian. Ia melihat beberapa boneka miniatur manusia tergeletak di sisiku. Aku yakin saat itu jantungnya berdegub begitu cepat. Dan aku yakin, kakakku tersayang tahu pasti bahwa boneka-boneka itu adalah Ayah, Ibu, Bibi Liana, dan Suster Selena yang terkena imbas kutukanku.


[ROUND 2 - WYRN] DEISMO - ALL YOU CAN WISH ISLAND!!

[Round 2-Wyrn] Deismo
"All You Can Wish Island!!"
Written by Overlord HALL

---

Pulau Wyrn, sebuah pulau tak berpenghuni yang dianugrahi suasana pedesaan yang indah dan tenang. Pemandangan pulau ini akan menyapa siapapun yang mengunjunginya. Langit yang biru, pepohonan yang hijau, perbukitan yang luas, gunung yang hijau, udara yang sejuk, air terjun yang menawan, danau yang tentram, sungai yang bersahabat dan lautan indah.

Namun, hari ini ada cerita yang berbeda untuk pulau ini karena di sinilah ketujuh peserta turnamen yang memenangkan ronde pertama akan memperebutkan kursi kemenangan ronde kedua.

Beberapa Hvyt keluar dari sebuah lubang dimensi yang muncul dari atas pulau ini, kemudian menyebar ke berbagai penjuru untuk menurunkan para peserta pada titik awal yang ditentukan. Salah satu dari mereka memegangi kedua tangan dari sesosok makhluk tinggi berjubah yang bernama Deismo, salah satu peserta turnamen ini.

[ROUND 2 - MHYR] CLAUDE & CLAUDIA - BASICALLY, EVERYTHING IS OSTROBOGULOUS

[Round 2-Mhyr] Claude & Claudia
"Basically, Everything is Ostrobogulous"
Written by Sam Riilme

---

Opened Curtain

Kematian.

Hanya itulah takdir yang menunggu siapapun yang kini berada di dunia merah.

Di hadapan para 'peserta permainan' yang masih tersisa, sebuah layar raksasa terpampang.

Di sana, mereka menyaksikan sendiri bagaimana sebelas peserta lain – yang kini tidak lagi berkumpul di tempat ini – baru saja dibantai oleh si entitas merah bertanduk yang mengaku diri sebagai seorang dewa. Sang dewa menghidupkan kembali mereka yang mati, hanya untuk kemudian menghancurkan mereka di depan sesamanya, sebagai bukti bahwa ia punya kuasa atas segala-galanya.

Barangsiapa berani melawan, ganjarannya adalah kematian.

Singkatnya, ini adalah parade pamer kekuatan.

Panggung eksekusi.

Penegasan posisi tentang siapa yang di atas dan siapa yang di bawah.

[ROUND 2 - RYAX] EMILS - THE KEY OF SIN

[Round 2-Ryax] Emils
"The Key of Sin"
Written by Mocha H.

---

Devasche Vadhi, nama untuk sebuah pulau yang dihuni oleh seorang  dewa bernama Thurqk. Di pulau yang berwarna kemerahan inilah, sebuah kastil megah didirikan. Sebuah kastil yang melambangkan "Kekuatan" dari dunia ini.

Lima puluh mil dari pulau ini, terdapat sebuah gugusan pulau yang terdiri atas tujuh buah pulau kecil. Masing-masing pulau itu mewakili hasrat terbesar mahluk hidup, karena itulah lingkaran pulau ini disebut Satha Pranagathak atau dikenal sebagai Seven Deadly Island. Enam dari tujuh pulau kecil itu mengitari satu pulau terbesar yang menjadi pusat dari gugusan pulau itu, karena lokasi geografis inilah ada sebagian menyebutnya The Ring of Sin.

Pulau yang menjadi pusat The Ring of Sin adalah pulau Ryax. Pulau yang melambangkan kesombongan, "Pride" dan harga diri. Ryax memiliki arti lari sebelum bertarung, Lari dari sebuah pertarungan, meninggalkan teman-teman dan keluarga untuk menyelamatkan nyawa sendiri. Tapi kenapa pulau ini dinamai demikian?

[ROUND 2 - MHYR] BARA SI TUMPARA - DI BALIK DONGENG

[Round 2-Mhyr] Bara Si Tumpara
"Di Balik Dongeng"
Written by Hael Elliyas

---

Semenanjuk langit terik. Jiwa larang pasir kuning. Debuan. Angin. Titian sayap merah. Lenteraku. Gemilau palsu. Fatamorgana. Tertohok. Dongeng puitis selakar arta dunia. Senda gurau haus membelantara. Tumpara nama Bara. Lantunan. Tri gaya laskar selara. Haus. Dahaga. Titik lelahku. Kemalasan. Pudar. Membayangnya. Gundukan. Sambitan. Sesak. Biru memikat. Mhyr. Oase.

Masih melepas lelah di tengah kerumunan manusia setelah pertarungan di suatu realitas, Bara menengadah. Menanti seseorang memberi keputusan tentang hasil pertarungannya saat ini. Tak ada satu entitas pun yang mati. Bara dan hanya si keren Bara inilah yang masih berdiri. Sang Tarsius. Bara si Tumpara.

Di langit sana, secercah merah mulai merekah di antara biru belantara. Vertikal-vertikal garis iluminasi mematri api. Pintu langit terbuka. Terkoyak. Di balik sana, sang angin neraka—turun mengarungi gravitasi. Hvyt si sayap merah. Ia hadir dengan bergegas hendak membawa salah satu dari mereka-yang-bertahan. Mengarah pada Bara.

May 18, 2014

[ROUND 2 - THVR] LULU CHRONOSS - THE OTHER LUST ...

[Round 2-Thvr] Lulu Chronoss
"The Other Lust ..."
Written by Penuliswarawiri

---

Bunuh satu!!!


Bayangan mata Thurq yang membara saat pandangan Lulu menantangnya masih membekas. Makhluk, yang mengaku dewa ini, bagaikan menahan geram saat melihat gadis itu lolos dari  barisan makhluk yang disiksanya. Lulu tak tahu mengapa, dan ia juga tidak berminat mencari tahu. Yang pasti sulit untuk membayangkan keduanya bisa berhadapan tanpa yang satu berusaha menghabisi yang lain. 

Dan perintah itu. Terdengar di telinga Lulu bagai sindiran karena tidak ada satu pun yang meregang nyawa di tangan Lulu pada pertarungan sebelumnya. Tidak hanya pertarungan sebelumnya. Tepatnya belum ada satu pun makhluk yang meregang nyawa di tangan Lulu. Membunuh untuk bersenang-senang? Sungguh tidak beradab. Dan makhluk ini menyuruh membunuh hanya untuk mengusir kebosanannya? Gila.

Ya, GILA. Dan semua makhluk rela membunuh demi mengejar satu kesempatan untuk hidup kembali itu juga sama gilanya. Namun saat ini Lulu tidak perduli, dan ketidakpeduliannya ini yang membuatnya tidak merangsek menghadapi 'Dewa' itu. Bagus untuknya. Kalau tidak, mungkin ia sudah menjadi kerak neraka.

[ROUND 2 - URTH] ZACHARIAS EITHELONEN - STUPID HUMAN

[Round 2-Urth] Zacharias Eithelonen
"Stupid Human"
Written by Naer

---

Pemuda itu termenung lama, pikirannya melayang ke pemandangan beberapa saat lalu yang ditampilkan cermin ajaib raksasa kemerahan di langit Jagatha Vadhi. Ada Quin di sana, bersama dengan sepuluh orang lain yang tak ia kenal. Seingatnya Quin telah ia kalahkan di pertarungan sebelumnya dan telah Zach pastikan kalau lawannya sudah tidak bernapas.

Namun, Thurqk menghidupkan Quin kembali dengan begitu mudahnya seperti membalikkan telapak tangan. Begitu pula Primo Trovare yang ia lihat dengan ngeri, tengah berdiri di Jagatha Vadhi bersama dengannya. Ia yakin Petra Arcadia dan Lulu juga peserta di blok lain yang telah mati namun memuaskan Thurqk, dihidupkan kembali untuk menggenapkan seluruh peserta ronde selanjutnya menjadi empat puluh empat.

Hanya sebelas terbawah yang dimusnahkan Thurqk karena membosankan.

Ada beberapa saat Zach merasa begitu muak pada Thurqk karena mempertontonkan pemusnahan keji di depan peserta lain. Tapi Zach sadar kalau dirinya sama sekali tak punya hak untuk mengkritik Thurqk atas tindakannya terhadap sebelas orang itu. Karena ia juga telah membunuh salah satu dari mereka di pertarungan pertamanya untuk bertahan hidup.

Membunuh, untuk mendapatkan hasrat terpendamnya sebagai demon.

Semua orang yang terjebak dalam permainan kematian ini adalah kehendak Thurqk. Sekali lihat dan ia paham bagaimana mudahnya raga ini akan tercerai berai ketika berhadapan langsung dengan entitas yang mengaku dewa itu.

[ROUND 2 - WYRN] DARCIA REGINE COBRINA VIPREZ - I WISH FOR NOTHING (MAYBE)

"I Wish for Nothing (Maybe)"
Written by Villyca

---
  
      Cia berjalan tertatih memasuki ruangan serba merah, tempat di mana mereka dikumpulkan sebelum bertarung. Jumlah mereka berkurang cukup banyak, setidaknya seperlima dari mereka menghilang. Sisanya terlihat terluka, sedih, marah, tapi ada beberapa yang terlihat senang meski dipenuhi luka.

     Cia memandangi wajah-wajah yang terlihat senang setelah memenangkan pembantaian. Gadis itu mengamati lalu membandingkan dengan dirinya sendiri.

     'Apakah ekspresiku seperti mereka?' tanya Cia dalam hati.

     "Ada yang mengganggumu?" tegur Hvyt yang membawanya kembali. Bola mata putih itu bergulir ke sudut mata, mencoba melihat apa yang sekiranya menjadi perhatian perempuan itu. Matanya menangkap sosok-sosok yang dipenuhi ekspresi puas.

     Hvyt yang menggenggam tombak itu menepuk kepala Cia yang masih memperhatikan orang-orang itu."Kau tidak seperti mereka. Tenang saja." Entah kenapa makhluk merah itu seakan mengerti apa yang sedang dipikirkan Cia.

     Cia mendongak. Hvyt itu terlalu tinggi untuknya. Kedua alisnya berkerut membentuk ekspresi bertanya pada makhluk bersayap hitam itu.

[ROUND 2 - MHYR] MAYOR YVIKA GUNNHILDR - ANOTHER BEGINNING'S END

[Round 2-Mhyr] Mayor Yvika Gunnhildr
"Another Beginning's End"

---

Ada kalanya ketika aku ingin melupakan segalanya, tak memiliki apapun dan siapapun. Dengan begitu aku dapat bertempur tanpa beban, tanpa harus takut kehilangan mereka. Namun saat ini berbeda, aku bertarung demi mereka, demi sebuah kesempatan untuk bertemu dengan mereka lagi.

"Mama!"

Sosok Lana masih berada di hadapanku, terlihat begitu dekat. Harum rambutnya dapat tercium jelas olehku, seolah saat ini putri manisku itu benar-benar berada dipelukanku. Namun secepat apapun aku berlari, sejauh apapun aku berjalan, aku tetap tak dapat meraihnya.

Akal sehatku mengatakan, kalau semua ini hanyalah ilusi. Mungkin si kera merah bernama Truk itu yang melakukannya. Walaupun aku sudah tahu ini semua hanyalah ilusi, tetapi seluruh tubuhku berharap ini semua dapat menjadi nyata. Ah, entahlah, mungkin aku sudah terlampau muak dengan semua pertempuran dan pembunuhan yang kulalui sampai saat ini.

[ROUND 2 - RYAX] LUNA ARACELLIA - SINS OF CRESCENT MOON

[Round 2-Ryax] Luna Aracellia
"Sins of Crescent Moon"
Written by Karina Lazuardi

---

Sins of Crescent Moon: Beginning

Unknown Part, Scene 1.0

Luna terbangun dan membuka matanya.

ia melihat sebuah ruangan yang dicat dengan warna dasar putih. Di sekelilingnya, terhampar sebuah selimut tebal yang juga memiliki warna putih. Ia mencoba bangkit, tetapi rasa pusing masih dirasanya.

Ketika sepenuhnya sadar, Luna menyadari bahwa pakaiannya telah diganti dengan sebuah daster berwarna putih.

"Ah, sudah bangun rupanya."

Sebuah pintu terbuka di hadapan Luna. Sesosok pria berkacamata masuk. Ia menatap Luna dengan sebuah senyuman yang mengambang. Di tangannya, terhidang sepiring makanan dan segelas minuman.

Nolan Collard Fambrough. Orang "suci" yang mengendalikan akses pulau ini. Tentu saja, dengan izin Thurqk.

Luna mengambil sebuah bantal yang berada di sampingnya dan mengayunkan tangannya sekuat tenaga. Bantal itu melayang dan tepat mendarat di muka Nolan. Hidangan yang tersaji di tangannya jatuh seketika.

[ROUND 2 - MHYR] SALVATORE JACKSON - ESCAPE LAZINESS

[Round 2 - Mhyr] Salvatore Jackson
"Escape Laziness"
Written by Dendi Lanjung

---

"Kill or be Killed? Its Survival Time"

 [Catatan Akhir Sang Monyet dan Moonlight Scarlet]

Kota kecil itu sangat sunyi, tidak terdengar apapun sejauh pendengaran Sal. Di sekeliling bangunan yang sudah hancur akibat jatuhnya pesawat jet tempur, ratusan mayat penduduk yang berbau busuk akibat pengaruh lalat parasit tampak bergelimpangan.

Salvatore hanya berdiri diam di puncak reruntuhan bangunan tersebut, di sebuah atap yang hampir tak berbentuk, tubuh dingin seorang gadis belia tergolek di sampingnya. Gadis berambut perak itu bernama Luna, kota ini adalah tempat tinggal Luna sewaktu masih hidup. Dan sekarang untuk kedua kalinya gadis itu mati.

Sal agak malas menyentuh mayat peserta lain yang bisa dibilang sangat mengenaskan; wanita yang kehilangan kepala, tulang belulang yang dikerubuni lalat, dan wanita berbau busuk dengan lubang di kepalanya. Itulah kenapa Sal hanya membawa tubuh Luna supaya terpisah dari mayat-mayat yang lain.

[ROUND 2 -THVR] MBA IRWIN - NAFSU DAN MEMBUNUH

[Round 2-Thvr] Mba Irwin
"Nafsu dan Membunuh"
Written by [.Re]

---

Warning R 15+

Mba Irwin - Nafsu dan Membunuh


Peace Maker. Itulah julukan dari Mba Irwin, gadis berambut pelangi dengan hiasan sayur-sayuran tergantung di rambutnya (yang ternyata bisa dimakan). Nama yang tabu diucapkan bagi para penghuni realmnya dahulu. Nama yang bila disebut akan meluruhkan nafsu membunuh dari pelaku perang. Banyak yang tidak tahan dengan perilaku pasif-tidak-jelas-tapi-agresif dari gadis ini. Dan saat ini, (seharusnya) ia telah mati.

Yang mati tidak akan bisa berkata. Walau pada akhirnya mereka mengikuti segala aturan pencipta tanpa tanya. Dan itulah yang menjadi pertanyaan besar saat Mba merasa dirinya hidup dan tidak berada di surga... atau neraka.

Mba tidak mengingat bagaimana dirinya menjadi bagian dari turnamen bernama Battle of Realms. Yang ia tahu hanyalah seorang pemuda berkulit merah dan berambut mohawk putih mendatanginya saat sedang terpekur di sebuah kubangan besar. Sepasang sayap putih sang pemuda sempat membuai Mba. Ia dibuat mengigau "Ah... Malaikat," di tengah-tengah ributnya suara khalayak yang panik menyelamatkan korban ledakan.

May 17, 2014

[ROUND 2 -THVR] AZRAQ IBRAHIM - PERTARUNGAN DI PULAU BIDADARI

[Round 2-Thvr] Azraq Ibrahim
"Pertarungan di Pulau Bidadari"
Written by Abil El Azraq

---

Berputar. Semua yang ada di sekitarnya berputar-putar.  Seperti tengah diterjang oleh sebuah angin topan yang sangat dahsyat, seisi ruangan tempat ia berada tersebut hancur lebur mengitari dirinya. Ia berteriak histeris. Merasakan amarah dan ketakutannya saling beradu. Sampai akhirnya, semua lenyap. Menghilang begitu saja, seperti tersedot ke dalam suatu titik dengan sangat cepat. Menjadikan semuanya seketika gelap gulita.

"Hah!"

Azraq terbelalak bangun dari tidurnya. Dilihatnya sekumpulan awan di kejauhan sana sedang begerak perlahan dengan langit yang tampak berwarna merah darah di atasnya.

"Di mana aku?"

Azraq merasa bingung. Namun ia merasakan ada sesuatu yang tengah menghimpit tubuhnya sekarang. Seperti sedang dililit oleh sesuatu. Ia kemudian menoleh ke samping untuk memastikan. Dilihatnya, dua orang wanita berparas cantik tengah berbaring di kedua sisinya. Mereka menatap wajahnya yang tampan itu dalam-dalam seraya memeluk tubuhnya bak sebuah guling yang tengah dibagi secara berdua.

[ROUND 2 - ARSK] BAIKAI KUZUNOHA - SPARKS: DESIRES AND POSSESSION

[Round 2-Arsk] Baikai Kuzunoha
"Sparks: Desires and Possession"
Written by Nibelhero

---

"Once someone 's fortune is made,
they'll trample over whoever they have to in order to protect it."
-Narumi


Prologue
"Tuan Kuzunoha, silahkan menunggu disini sampai ada perintah selanjutnya dari Dewa Thurqk.", Hvyt tersebut langsung kembali dan bersiaga di langit Jagatha vadi setelah menurunkan Kuzunoha.
Kuzunoha hanya mengangguk. Efek dari pertarungan pertama benar-benar membuatnya banyak berpikir dan menganalisa seluruh hal yang ada. Dia kembali belajar banyak hal. Matanya mencoba mendeteksi kehadiran peserta lain di hamparan dunia merah tersebut. Namun belum ada satu sosok pun yang tampak.
Kembali ke tanah merah ini. Berapa orang yang lolos? Siapa yang bakal tetap hidup? apakah dari blokku juga bakal ada yang dihidupkan?
Dia mulai duduk bersila dan menghela napas.
Elle..Cheril..Zany..mereka...berhasil tidak ya?
Kuzunoha duduk terdiam dan mulai melamun. Ingatannya kembali pada saat akhir pertarungan pertama.

***

[ROUND 2 - RYAX] STELLA SWORD - MAN VS WOMAN

[Round 2-Ryax] Stella Sword
"Man vs Woman"
Written by Muchy MM

---

I
Langit biru tanpa awan yang menggantung menjadi pemandangan yang indah di kota Refreg tempat tinggal Eisted. Pertempuran melawan Ai Lin, Bara, Flagger, dan juga Eisted membuat Stella lelah, walaupun Stella tidak menghabisi semuanya, ia tetap lelah, ia hanya berharap makhluk merah bernama Thurqk yang disebut-sebut sebagai Dewa mengirimkan malaikatnya dengan segera. Fair dragon miliknya sudah tak bisa menahan bobot Stella, walaupun bobot Stella termasuk bobot yang ideal. Kekuatan sihir Stella kini menurun, seperti terkuras habis. Tubuh dari fair dragon miliknya perlahan mulai menghilang menjadi partikel-partikel api yang menari-nari di udara, Stella yang berada di kepala fair dragon sudah pasrah jika ia akan jatuh. Seluruh bagian dari tubuh fair dragon sudah lenyap dan sekarang Stella menyelami angin yang akan membawanya jatuh dan bertemu dengan tanah yang kasar dengan taburan batu-batu runcing. Ketika jarak antara tubuh Stella dengan tanah sekitar tujuh meter, tiba-tiba makhluk merah bersayap—Hyvt—menangkapnya dan membawanya terbang ke Cachani Vadhi.

[ROUND 2 - THVR] XABI ANGER METALLICI - FIGHT OR FLIGHT

[Round 2-Thvr] Xabi Anger Metallici
"Fight or Flight"
Written by Eka Puspita

---

Layar besar di langit itu kembali muncul. Adegan demi adegan ditayangkan secara live. Sang Dewa bertindak sebagai pemeran utama di sana.

Thurqk tampak tidak senang dengan ucapan seorang lelaki yang tidak mengakui dewa berkulit merah itu sebagai sang pencipta semesta.

Apakah mereka bodoh? Memangnya mereka pikir pencipta alam semesta ini siapa? Tuhan yang selama ini mereka sembahkah? Bahkan di Bumi ada lebih dari 3000 agama dengan Tuhan yang berbeda. Ironisnya tidak ada satu pun yang dapat memberi bukti nyata keberadaan sang pencipta itu. Dan jika sekarang Sang Pencipta itu menunjukkan diri dan memberi bukti, kenapa mereka menyangkal?

Pikiran Xabi terhenti. Ia mendecakkan lidahnya ketika melihat Thurqk menghancurkan seorang wanita berambut perak yang telah ia kalahkan tempo hari. Sedikit sesal terselip di benaknya. Namun melihat penyiksaan Thurqk yang tanpa ampun tentu saja semakin membuat ia tidak mau kalah di turnamen ini.

"Bagaimana?"

May 16, 2014

[ROUND 2 - THVR] MANGGALE - AKU SI RAJA BATAK

[Round 2-Thvr] Manggale
"Aku Si Raja Batak"

---

Di sebuah tempat berwarna merah, tampak seekor makhluk berjambul yang kelihatannya, sedang membawa sebuah boneka kayu yang besar. Satu-dua kali dia hampir terjatuh, tapi berhasil menyeimbangkan dirinya kembali. Begitu seterusnya sampai dia berhasil mendaratkan boneka itu dengan selamat. Dijatuhkannya boneka itu dengan kasar. "nah, silahkan istirahat disini ya!" katanya ketus dan kemudian pergi begitu saja, meninggalkan boneka itu yang masih dalam tidurnya yang nyenyak.

Dari kejauhan pun tampak banyak makhluk berjambul menurunkan makhluk-makhluk aneh. Mulai dari monster, manusia, boneka teddy yang tidak lucu, pokoknya ke lima puluh lima peserta dikumpulkan kembali ke Nathara untuk alasan yang mereka semua tidak tahu. Satu yang mereka tahu, kalau thurqk tak pernah berpikir untuk kebaikan mereka, melainkan untuk kepuasan dirinya sendiri. Jadi, jangan pernah percayai dewa itu.

May 15, 2014

[ROUND 2 - KHRD] LEONIDAS EVILIAN LIONEARTH - FRIEND OF MY FRIEND IS MY FRIEND (APA SIH??)

"Friend of My Friend is My Friend (Apa Sih??)"
Written by Ichsan Leonhart

---

Sakit—

Terbaring di sebuah bebatuan, pria dengan rambut cokelat membuka matanya menatap langit. Rasa pusing di kepala menyerang tak lama kemudian, tersadar akan posisi kepalanya yang menempel pada sebuah bebatuan. Percikan darah terlihat menempel di sana, tanda akan kerasnya benturan yang telah dialami.

"Ah ya.. si malaikat brengsek itu menjatuhkanku begitu saja dari langit." dengusnya tak sedap. Seraya mengumpulkan beberapa ingatan tentang bagaimana dia bisa berakhir di sana. Waktu itu dia meronta-ronta karena Hyvt—malaikat dengan kulit merah-merah—memangkunya dalam posisi pangeran yang sedang menculik putri kerajaan. Merasa jijik karena diperlakukan seperti perempuan, dia lalu menghajar sang malaikat hingga makhluk itu pingsan dan tercebur di lautan. Beruntung dirinya bisa memposisikan diri mendarat di atas sebuah reruntuhan. Dengan gagahnya meloncati beberapa bebatuan, untuk kemudian tersandung dan jatuh dengan kepala duluan.

[ROUND 2 - WYRN] RAFA GRAFITO - KOBARAN API KEDENGKIAN DI PULAU WYRN

[Round 2-Wyrn] Rafa Grafito
"Kobaran Api Kedengkian di Pulau Wyrn"
Written by Marowati

---

-Pulau Wyrn Mewujudkan Segala Keinginanmu-

Hvyt membawa Rafa ke pulau Wyrn. Tubuh Rafa dihempaskan di atas
tumpukan jerami di tengah persawahan. Lalu Hvyt kembali membumbung
tinggi meninggalkan Rafa.

Tak jauh dari Rafa, seorang peserta lain juga di jatuhkan di atas
hamparan rumput. Rafa bangkit lalu berjalan menghampiri orang itu.

"Hai, apa kamu baik-baik saja?" sapa Rafa sambil mengulurkan tangan.
Ia membantu pemuda berkacamata itu berdiri. Rafa membaca memorinya.
Pemuda itu bernama Eisted Fodd, seorang kutubuku.

"Makasih, Rafa. Kita memiliki beberapa persamaan. Bagaimana kalau kita
bekerjasama?" kata Eisted yang juga bisa membaca pikiran Rafa.

May 14, 2014

[ROUND 2 - RYAX] CAROL LIDELL - FLECTERE SI NEQUEO SUPEROS, ACHERONTA MOYEBO

[Round 2-Ryax] Carol Lidell
"Flectere Si Nequeo Superos, Acheronta Moyebo"
Written by Kagetsuki Arai

---
[Intro]

Carol duduk di menara paling tinggi di pulau Ryax, dengan sebuah buku
tebal bersampul biru di tangannya. Angin laut berhembus mngibarkan
rabut Carol, namun gadis itu hanya mengacuhkannya. Di sekelilingnya,
hanya kehancuran yang tersisa dari pertarungan ketujuh makhluk bodoh
yang dengan mudah jatuh dalam genggamannya.

Carol adalah seorang pustakawan, Sebagai seorang yang dikelilingi buku
dan mencintai buku lebih dari manusia, Wajar kalau ia bisa menulis.
Namun ini adalah kali pertama untuk Carol menulis dari kisah
nyata…bukan, Kisah ini adalah hasil rekayasa, namun Carol membuat apa
yang ia tulis dibukunya menjadi nyata.

[ROUND 2 - URTH] REX - GREAT QUEST OF THE URTH ISLAND

[Round 2-Urth] Rex
"Great Quest of The Urth Island"
Written by Eromango

---

Episode sebelumnya...


"Dari kelima puluh lima jiwa yang ada di sini, hanya satu yang akan menang."

Mereka yang terpilih, yang dikumpulkan oleh sosok agung yang mengaku sebagai dewata, Thurqk. Tidak ada yang tahu kenapa mereka dikumpulkan, ataupun kenapa harus mereka yang terpilih.

Hanya satu hal yang mereka tahu pasti. Mereka harus bertarung, atau musnah di tangan sang dewata.

Rex dan seluruh peserta lain yang dikirim ke berbagai dunia dipaksa untuk bertarung dan saling membunuh satu sama lain, hanya satu yang bertahan. Setelah berhasil untuk memenangkan pertarungan dengan susah payah, akhirnya mereka yang bertahan dibawa kembali ke Jagatha Vadi untuk beristirahat.

Namun, rupanya sang dewata sama sekali tidak memberi mereka waktu untuk bernafas sekalipun mereka telah bertarung mati-matian sesuai keinginannya, dan kini pertarungan yang baru pun akan segera dimulai.


May 13, 2014

[ROUND 2 - KHRD] FLAGER IVLIN - MENGGILA!!!

[Round 2-Khrd] Flager Ivlin
"Menggila!!!"
Written by Hikaru Xifos

---

Satu gerakan kaki kanan yang sangat cepat, lawan di hadapan Flager langsung mendorong tubuhnya ke depan dengan kecepatan yang luar biasa. Flager tidak siap dengan serangan yang satu ini, kecepatan lawan yang dihadapinya sudah di luar perhitungan. Tidak ada waktu untuk menangkis atau menghindar!


Flager hanya bisa menjerit tertahan kala sebuah kepalan tinju tangan kanan lawannya dengan telak mengenai dadanya, hampir mematahkan beberapa tulang iganya. Memakai pelindung kain pun percuma, hanya bisa tahan terhadap sayatan dan tusukan tapi tidak bisa meredam benturan.


Lawan Flager rupanya tidak setengah-setengah, ia menggunakan kekuatan maksimal sampai-sampai Flager terpelanting ke belakang lalu menghantam reruntuhan tua hingga runtuh. Tubuhnya terkubur di dalam reruntuhan itu meskipun tubuhnya selamat dari tindihan material dan hanya terhimpit material yang sudah rapuh.

May 12, 2014

[ROUND 2 - RYAX] STALLZA - PULAU SANG RAJA


[Round 2-Ryax] Stallza
"Pulau Sang Raja"
Written by Yafeth T. B.

---



"Sang raja memandangi cermin

Menatap keagungannya

Dalam balutan tulang belulang"

Sajak satir Ventinis.



I
Portal merah itu tidak membawanya kembali ke Jagatha Vadhi. Tepat setelah melewati portal itu, Stallza berhadapan dengan sekelompok Hvyt yang dengan segera mengerubunginya. Lalu Stallza tidak ingat apa yang terjadi setelahnya.

Saat kesadarannya pulih, Stallza sedang menatap langit merah dengan rerumputan yang lebat dan tinggi mengelilingi tubuhnya yang terbaring. Angin membelai lembut puncak rerumputan, menimbulkan suara berdesir yang menenangkan. Ditambah tempat yang empuk untuk berbaring, rasanya saat-saat dirinya dipaksa bertarung hanya seperti mimpi. Kedamaian ini lebih terasa seperti kenyataan.

[ROUND 2 - THVR] LAZUARDI - SAFIR

[Round 2-Thvr] Lazuardi
"Safir"
Written by Po

---

Kubangan

Apakah itu, yang mampu meminyaki lipatan lekuk tubuh seorang wanita hingga menggelinjang murahan?

Apakah itu, yang mampu menggelincirkan seorang raja dari singgasana emasnya?

Apakah itu, yang mengumpankan segala nikmat, namun menjarah bumi dalam peperangan?

Apakah itu, yang sanggup mewarnai sebentuk wajah hampa dengan kerinduan namun juga keputus-asaan?

Itulah nafsu. Api itu, bagaikan telaga yang menambah haus siapa pun yang mencicipinya, untuk diminum dan terus diminum.

Hingga dunia akan mencampakkan peminumnya dalam kubangan nanah.

---

May 10, 2014

[ROUND 2 - ARSK] RICHELLA ELLEANOR - GREED IS NOT REALLY GOOD NOM~

[Round 2-Arsk] Richella Elleanor
"Greed is not Really Good, Nom~"
Written by daeVa

---

"Earth provides enough to satisfy every man's needs, but not every man's greed".
                 – Mahatma Gandhi

Reminiscence

Pancaran hangat mentari menyapa riang bocah bulat berambut amber. Elle, nama bocah tersebut terlihat berontak. Makhluk yang sedari tadi merangkul membawanya melayang di angkasa sama sekali tak terusik. Pukulan-pukulan lemah ke tubuh Hvyt–pesuruh setia Thurqk–sama sekali tidak dihiraukannya.

"Ini sudah menjadi perintah tuan Thurqk nona Richella" balasnya dingin.
                                
Di atas ketinggian yang tak terukur, Kemarahan Elle semakin memuncak. Pipinya menggembung merah, sorot mata tajam ke arah Hvyt, dan pegangannya erat mencengkeram leher Hvyt.

"Bagaimana bisa NOM! Aku tidak peduli dengan tuanmu itu. Aku benci makhluk sok kuasa sepertinya NOM!" teriaknya kesal.

May 9, 2014

[ROUND 2 - URTH] NURIN - EATER OF WORLDS

[Round 2-Urth] Nurin
"Eater of Worlds"
Written by Fachrul R.U.N

---

#0
Bagaimana bila ternyata semua manusia hidup di dalam dunia simulasi, dan makhluk yang kita sebut Tuhan ternyata hanyalah pemain sinting yang suka melihat ciptaannya hancur dan menderita? Seperti seorang anak yang memainkan The Sims dan terbahak-bahak saat ciptaan mereka terkunci di ruangan tanpa pintu, tak dapat makan, minum, maupun melarikan diri?

Pikiran itu pertama kali tercetus di benak Nurin saat ia masih SMA, hanya beberapa saat sebelum ia menetapkan hati menganggap dirinya sendiri sebagai ateis. Walau mungkin terdengar filosofis, ia tak memikirkan itu karena alasan yang berat seperti kehilangan orang tua dalam kecelakaan tragis, melihat langsung pembantaian, dan lain sebagainya. Itu semata hanya kata-kata sok berat dari seorang gadis yang merasa doanya tak didengar. Ia tidak lulus ujian perguruan tinggi negeri, hingga orang tuanya harus berberat hati memasukkannya ke universitas swasta. Pacarnya memutuskan mencampakkannya karena dia kuliah di luar provinsi. Selain itu, sejak kelas sepuluh hingga dua belas, prestasinya selalu biasa saja. Bila memang yang kuasa tak mau memberikannya yang ia mau, maka ia pun tak akan menyembahnya.

[ROUND 2 - URTH] SILENTSILIA - I WANT TO EAT YOU

[Round 2-Urth] SilentSilia
"I Want to Eat You"
Written by Hinata Ummi

---

Don’t eat too much, don’t sleep too much, don’t do everything too much. Because something that you do ‘too much’ will hurt you.

- The Author -

* * *

Sesosok makhluk merah terlihat terbang di belantara Nanthara. Kepakan sayapnya menyapu setiap awan dan menyisakan kibasan angin kencang bagi siapapun yang mendekat. Tubuhnya yang berwarna merah darah menyatu dengan langit di belakangnya. Hanya warna sayap dan celana yang berwarna hitam yang membuat ia berbeda dengan suasana mencekam langit Nanthara.

Ia terbang melintasi berbagai pulau hingga sampai pada sebuah gugusan pulau kecil, Satha Pranagathak. Sebuah gugusan pulau yang merupakan simbol dari dosa-dosa utama yang diciptakan oleh Dewanya.

Terdapat tujuh pulau yang menjadi bagian dari gugusan Satha Pranagathak. Pulau Khrd yang merupakan simbol dari kemarahan. Pulau Arsk yang diciptakan sebagai simbol dari ketamakan. Pulau Mhyr yang merupakan simbol dari kemalasan. Pulau Thvr simbol dari nafsu duniawi. Pulau Wyrn yang merupakan simbol dari kecemburuan. Pulau Ryax yang menyimbolkan kesombongan. Terakhir, pulau yang menjadi tujuannya, Pulau Urth, simbol kerakusan.

May 8, 2014

[ROUND 2 – URTH] COLETTE REVES – BON APPETIT! (ENJOY YOUR MEAL!)

[Round 2-Urth] Colette Reves
"Bon Appetit! (Enjoy Your Meal!)
Written by Adham T. Fusama

---

UN – HORS D'OEUVRE


"Ayo, bertarung lagi…"


"Non…" Colette menggeleng.


"Tidak? Maksudmu kau tidak mau bertempur lagi?"


"Ya… sudah cukup…" angguk Colette. "Dan vous tidak akan bisa memaksa moi…."


Colette memasukkan moncong pistol yang dimaterialisasikan ke dalam mulutnya. Dia menarik pelatuk dan… Hvyt menendang pistolnya. Colette menjerit begitu pistolnya terlempar, lebih-lebih sewaktu perutnya ditendang oleh makhluk merah tersebut. Colette pun tak sadarkan diri.


"Dasar tidak tahu diuntung," dengus Hvyt sebelum membawanya ke Jagatha Vadhi.


*

May 7, 2014

[ROUND 2 - KHRD] UCUP - RUN UCUP RUN

[Round 2-Khrd] Ucup
"Run Ucup, Run!"
Written by Tamz Martaatmaja

---

Run Ucup, Run!

                Ucup tebaring. Pikirannya terlalu lelah untuk mencerna apa yang telah terjadi. Muncul di tanah merah, bertemu makhluk-makhluk aneh yang berwujud seperti manusia bahkan monster. Berkenalan dengan beberapa makhluk, Collette, orang yang paling dia ingat, Rafa si lelaki es krim, dua orang yang berujung pada perkelahian. Terlalu lelah Ucup untuk mengingat mereka. Lalu makhluk seperti malaikat atau iblis entah apa yang membawanya pulang ke Bandung hanya untuk bertarung. Disiksa habis-habisan oleh wanita ular, melihat secara langsung beberapa kematian, hingga akhirnya dia sendiri harus membunuh orang yang telah menyelamatkannya.

                "Tidak, itu bukanlah pembunuhan." Ucup selalu berpikir seperti itu. "Aku hanya melindungi diri, bagaimana pun dia akhirnya akan membunuhku. Aku hanya membela diri"

                Pikiran Ucup melayang, membayangkan ibunya tersenyum padanya. Membenarkan apa yang dia pikirkan. Menguatkan hatinya. Memantapkan tujuannya.

May 5, 2014

[ROUND 2 - KHRD] SJENA REINHILDE - YOU MAD BRO?

[Round 2-Khrd] Sjena Reinhilde
"You Mad, Bro?"
Written by Bayee Azaeeb

---

Jatuh

Ini jelas bukan Pecinan. Tempat bobrok ini bukan Pecinan. Hanya dinding-dinding runtuh, tanah kosong, dan pulau kosong, hampa. Tak ada sesuatu yang menarik lebih dalam, tak ada sesuatu yang mendorong lebih jauh. Wanita bertopi itu geram, berjam-jam dia berjalan tak tentu arah. Tapi tak satupun makhluk hidup ia temukan, selain dinding-dinding bisu yang menghalangi pandangannya.

"Pulau Krud? Khurd? Khrud? Kerut? Ah sialan!" umpatnya sambil menendang reruntuhan dinding yang ada di hadapannya.

Puas melampiaskan kekesalannya pada dinding, kini topinya ia banting ke tanah, memperlihatkan rambut hitam bergelombangnya yang basah penuh keringat. Siang itu begitu terik, cukup untuk membuat semua amarah di hati meledak. Coba sekarang kalian pejamkan mata, lalu bayangkan kalian sedang berada di bawah terik matahari, terjebak kemacetan, haus, dahaga. Lalu kalian mulai bertanya, jika kalian memejamkan mata sekarang, kenapa kalian bisa membaca tulisan ini?

[ROUND 2 - KHRD] LUCIA CHELIOS - THE VALUE OF NAIVETY

[Round 2-Khrd] Lucia Chelios
"The Value of Naivety"
Written by Adrienne Marsh

---

"Hentikan!"

Sjena, mengapa kau meregang kepalamu begitu? Biasanya juga kamu santai.

"Jangan ganggu aku, [Author]! Aku masih waras! "

Apakah aku harus menulis dengan italic begini baru kau bisa menurut?

"Persetan kata-katamu, bajingan!"

Ayolah, tinggal bunuh saja anak itu apa susahnya?

------------------------------------------------------------

Lucia terjatuh di depan sebuah gerbang besar. Mungkin sebuah mansion,
mungkin kantor gubernur, yang pasti gadis itu terjatuh di halaman
sebuah rumah mewah yang terlihat sangat kuno. Sambil mengaduh, wanita
itu bangun dan melayangkan pandangannya seputar arena pertarungannya
kali ini.

[ROUND 2 - KHRD] PRIMO TROVARE - BROTHERHOOD OF VIRTUE

[Round 2-Khrd] Primo Trovare
"The Brotherhood of Virtue"
Written by Blackz

---

Foreword:
Bagi yang ingin mengikuti Canon Primo secara sempurna, ada dua hal yang bisa dilakukan, pertama kalian bisa cek perubahan dalam Char Sheet Primo lebih tepat di sini. kedua, maafkan jika bagian pertama dalam cerita ini sedikit panjang, karena saya memasukkan sekalian apa yang terjadi di Jagatha Vadhi. Jadi seksi kedua dari cerita ini, sama persis dengan apa yang saya tuliskan di Lounge RP.

Jika kalian ingin langsung membaca cerita, tinggal langsung saja cari [The Wrath Island] menggunakan CTRL + F.

Terima kasih J

---

Jagatha Vadhi

Primo kembali melayang perlahan sampai telapak kakinya menyentuh tanah, kristal jiwanya baru saja dimaterialisasikan oleh salah seorang terkutuk. Terkutuk yang menjadi transportasi untuk setiap petarung di tempat ini.

May 4, 2014

[ROUND 2 - ARSK] REEH - ARSK RHAPSODY

[Round 2-Arsk] Reeh Al Sahr'a

"Arsk Rhapsody"

Written by Epicu Fail

---

Intro

Sebuah perahu kayu terlihat mengarungi samudra. Duduk di belakang sambil mendayung ialah sang malaikat merah, sementara yang menjorokkan badan ke depan untuk merasakan tepukan angin adalah Reeh.

"Ke mana kau kan membawaku, Hvyt?"

"Sebuah tempat di mana pertarunganmu akan berlangsung."

Reeh mendengus agak berat. Rupanya Thurqk benar-benar tidak akan puas sebelum hanya tersisa satu orang bertahan.

"Hvyt, di dunia ini tersimpan misteri yang tak akan pernah ada habisnya seberapa keras pun kau mencari. Mengapa Tuhanmu harus menghilangkan rasa bosan dengan cara seperti ini?"

Yang ditanya hanya mendayung perahu dalam diam.