Showing posts with label Khrd Island. Show all posts
Showing posts with label Khrd Island. Show all posts

May 15, 2014

[ROUND 2 - KHRD] LEONIDAS EVILIAN LIONEARTH - FRIEND OF MY FRIEND IS MY FRIEND (APA SIH??)

"Friend of My Friend is My Friend (Apa Sih??)"
Written by Ichsan Leonhart

---

Sakit—

Terbaring di sebuah bebatuan, pria dengan rambut cokelat membuka matanya menatap langit. Rasa pusing di kepala menyerang tak lama kemudian, tersadar akan posisi kepalanya yang menempel pada sebuah bebatuan. Percikan darah terlihat menempel di sana, tanda akan kerasnya benturan yang telah dialami.

"Ah ya.. si malaikat brengsek itu menjatuhkanku begitu saja dari langit." dengusnya tak sedap. Seraya mengumpulkan beberapa ingatan tentang bagaimana dia bisa berakhir di sana. Waktu itu dia meronta-ronta karena Hyvt—malaikat dengan kulit merah-merah—memangkunya dalam posisi pangeran yang sedang menculik putri kerajaan. Merasa jijik karena diperlakukan seperti perempuan, dia lalu menghajar sang malaikat hingga makhluk itu pingsan dan tercebur di lautan. Beruntung dirinya bisa memposisikan diri mendarat di atas sebuah reruntuhan. Dengan gagahnya meloncati beberapa bebatuan, untuk kemudian tersandung dan jatuh dengan kepala duluan.

May 13, 2014

[ROUND 2 - KHRD] FLAGER IVLIN - MENGGILA!!!

[Round 2-Khrd] Flager Ivlin
"Menggila!!!"
Written by Hikaru Xifos

---

Satu gerakan kaki kanan yang sangat cepat, lawan di hadapan Flager langsung mendorong tubuhnya ke depan dengan kecepatan yang luar biasa. Flager tidak siap dengan serangan yang satu ini, kecepatan lawan yang dihadapinya sudah di luar perhitungan. Tidak ada waktu untuk menangkis atau menghindar!


Flager hanya bisa menjerit tertahan kala sebuah kepalan tinju tangan kanan lawannya dengan telak mengenai dadanya, hampir mematahkan beberapa tulang iganya. Memakai pelindung kain pun percuma, hanya bisa tahan terhadap sayatan dan tusukan tapi tidak bisa meredam benturan.


Lawan Flager rupanya tidak setengah-setengah, ia menggunakan kekuatan maksimal sampai-sampai Flager terpelanting ke belakang lalu menghantam reruntuhan tua hingga runtuh. Tubuhnya terkubur di dalam reruntuhan itu meskipun tubuhnya selamat dari tindihan material dan hanya terhimpit material yang sudah rapuh.

May 7, 2014

[ROUND 2 - KHRD] UCUP - RUN UCUP RUN

[Round 2-Khrd] Ucup
"Run Ucup, Run!"
Written by Tamz Martaatmaja

---

Run Ucup, Run!

                Ucup tebaring. Pikirannya terlalu lelah untuk mencerna apa yang telah terjadi. Muncul di tanah merah, bertemu makhluk-makhluk aneh yang berwujud seperti manusia bahkan monster. Berkenalan dengan beberapa makhluk, Collette, orang yang paling dia ingat, Rafa si lelaki es krim, dua orang yang berujung pada perkelahian. Terlalu lelah Ucup untuk mengingat mereka. Lalu makhluk seperti malaikat atau iblis entah apa yang membawanya pulang ke Bandung hanya untuk bertarung. Disiksa habis-habisan oleh wanita ular, melihat secara langsung beberapa kematian, hingga akhirnya dia sendiri harus membunuh orang yang telah menyelamatkannya.

                "Tidak, itu bukanlah pembunuhan." Ucup selalu berpikir seperti itu. "Aku hanya melindungi diri, bagaimana pun dia akhirnya akan membunuhku. Aku hanya membela diri"

                Pikiran Ucup melayang, membayangkan ibunya tersenyum padanya. Membenarkan apa yang dia pikirkan. Menguatkan hatinya. Memantapkan tujuannya.

May 5, 2014

[ROUND 2 - KHRD] SJENA REINHILDE - YOU MAD BRO?

[Round 2-Khrd] Sjena Reinhilde
"You Mad, Bro?"
Written by Bayee Azaeeb

---

Jatuh

Ini jelas bukan Pecinan. Tempat bobrok ini bukan Pecinan. Hanya dinding-dinding runtuh, tanah kosong, dan pulau kosong, hampa. Tak ada sesuatu yang menarik lebih dalam, tak ada sesuatu yang mendorong lebih jauh. Wanita bertopi itu geram, berjam-jam dia berjalan tak tentu arah. Tapi tak satupun makhluk hidup ia temukan, selain dinding-dinding bisu yang menghalangi pandangannya.

"Pulau Krud? Khurd? Khrud? Kerut? Ah sialan!" umpatnya sambil menendang reruntuhan dinding yang ada di hadapannya.

Puas melampiaskan kekesalannya pada dinding, kini topinya ia banting ke tanah, memperlihatkan rambut hitam bergelombangnya yang basah penuh keringat. Siang itu begitu terik, cukup untuk membuat semua amarah di hati meledak. Coba sekarang kalian pejamkan mata, lalu bayangkan kalian sedang berada di bawah terik matahari, terjebak kemacetan, haus, dahaga. Lalu kalian mulai bertanya, jika kalian memejamkan mata sekarang, kenapa kalian bisa membaca tulisan ini?

[ROUND 2 - KHRD] LUCIA CHELIOS - THE VALUE OF NAIVETY

[Round 2-Khrd] Lucia Chelios
"The Value of Naivety"
Written by Adrienne Marsh

---

"Hentikan!"

Sjena, mengapa kau meregang kepalamu begitu? Biasanya juga kamu santai.

"Jangan ganggu aku, [Author]! Aku masih waras! "

Apakah aku harus menulis dengan italic begini baru kau bisa menurut?

"Persetan kata-katamu, bajingan!"

Ayolah, tinggal bunuh saja anak itu apa susahnya?

------------------------------------------------------------

Lucia terjatuh di depan sebuah gerbang besar. Mungkin sebuah mansion,
mungkin kantor gubernur, yang pasti gadis itu terjatuh di halaman
sebuah rumah mewah yang terlihat sangat kuno. Sambil mengaduh, wanita
itu bangun dan melayangkan pandangannya seputar arena pertarungannya
kali ini.

[ROUND 2 - KHRD] PRIMO TROVARE - BROTHERHOOD OF VIRTUE

[Round 2-Khrd] Primo Trovare
"The Brotherhood of Virtue"
Written by Blackz

---

Foreword:
Bagi yang ingin mengikuti Canon Primo secara sempurna, ada dua hal yang bisa dilakukan, pertama kalian bisa cek perubahan dalam Char Sheet Primo lebih tepat di sini. kedua, maafkan jika bagian pertama dalam cerita ini sedikit panjang, karena saya memasukkan sekalian apa yang terjadi di Jagatha Vadhi. Jadi seksi kedua dari cerita ini, sama persis dengan apa yang saya tuliskan di Lounge RP.

Jika kalian ingin langsung membaca cerita, tinggal langsung saja cari [The Wrath Island] menggunakan CTRL + F.

Terima kasih J

---

Jagatha Vadhi

Primo kembali melayang perlahan sampai telapak kakinya menyentuh tanah, kristal jiwanya baru saja dimaterialisasikan oleh salah seorang terkutuk. Terkutuk yang menjadi transportasi untuk setiap petarung di tempat ini.