May 20, 2014

[ROUND 2 - THVR] ENZERU SCHWARZ - DEAREST LUST

[Round 2-Thvr] Enzeru Schwarz
"Dearest Lust"
Written by Wildan Hariz

---

Bunyi gesekan dapat terdengar di tempat itu. Sesosok makhluk merah berambut mohawk bersayap hitam terlihat sedang menyeret sesuatu. Jika dilihat lebih dekat, kau dapat mengetahui bahwa yang diseretnya adalah sesosok laki-laki. Seretan demi seretan dilakukan makhluk itu dengan tenang.
Selain peristiwa itu, tidak banyak yang dapat dilihat di sana. Padahal, tempat itu terbilang luas. Bentuknya menyerupai sebuah aula, dengan pilar-pilar yang sangat tinggi. Namun, jika dilihat dari bawah, hanya ada kegelapan yang menutupi ujung atas pilar-pilar itu, sehingga apa yang disangganya tidak terlihat sama sekali.
"Kerja bagus, Hvyt," sebuah suara membuat sang makhluk merah berhenti menyeret. Dia melepaskan laki-laki yang diseretnya, dan menghempaskannya ke semacam lantai yang menjadi dasar tempat itu.
"Segalanya untuk Yang Mulia Thurqk," kata Hvyt sambil berlutut.
"Akhirnya mereka mengetahui bahwa tidak ada gunanya melawan kehendakku," Thurqk melirik laki-laki yang tergeletak tidak sadarkan diri di bawahnya.

[ROUND 2 - RYAX] NEMAPHILA - PENGUASA HUTAN BETON

[Round 2-Ryax] Nemaphila
"Penguasa Hutan Beton"
Written by Redtailqueen 1550

---

Ramai. Tempat pertarungan kedua ternyata lebih ramai daripada perkiraan Nemaphila. Dengung mesin dan alat elektronik berkumandang di semua penjuru pulau tersebut, membuat wanita berkepala benih merasa tak nyaman. Sejauh mata memandang tak terlihat satupun tumbuhan hijau di pulau itu. Sebagai gantinya, puluhan gedung buatan manusia menjulang tinggi mencapai langit. Seluruh permukaan gedung dan jalan dipenuhi lampu berkelap-kelip beraneka warna, sebagian berupa layar yang menampilkan berbagai tayangan berbeda. Bagi wanita viridian penjaga alam tempat itu adalah neraka, neraka yang sesungguhnya.

"Aku harus bertarung.. di tempat ini?" tanya Nema ketika sosok bersayap menyandarkanya pada bangku beton berhiaskan lampu redup di pinggir jalan.
Hvyt mengangguk. "Pulau Ryax, pulau keangkuhan. Kau dan keenam peserta lainya harus saling bertarung di pulau ini hingga hanya tersisa satu pemenang."

[ROUND 2 - ARSK] ALTAIR KILATIH - DUNIA 36.000 DETIK

[Round 2-Arsk] Altair Kilatih
"Dunia 36.000 Detik"
Written by Fusyana

---


-300 Detik.

Kilat terbaring telentang di antara serpihan raksasa pilar-pilar dari benteng es. Azraq terkapar tak sadarkan diri di suatu tempat di salah satu sisi kota yang luluh lantah, entah di mana. Kilat terdisorientasi akan arah setelah bertarung selama sepuluh jam dengan pengendali air dan es, sahabatnya sendiri. 

Azraq telah menciptakan hujan dari udara kosong, membekukan awan dan membuat benteng serta puluhan marionette salju berwujud beruang kutub kelaparan. Kilat tahu dia tak perlu mencari di mana tubuh Azraq kini tergeletak hanya untuk memastikan apakah dia masih hidup. Dia yakin Azraq hidup, di mana pun tubuhnya terkulai tanpa kesadaran.

Kilat menang. Dia memenangkan pertempuran sakit, yang lahir atas kehendak dewa yang sakit, di alam kematiannya. Ah, Kilat sudah mati. Dia langsung teringat, semua ingatan Kilat yang terenggut Void telah didapatkannya kembali, dan dia teringat... akan kematiannya.

[ROUND 2 - RYAX] RAVELT TARDIGARDE - PUPPET OF PRIDE

[Round 2-Ryax] Ravelt Tardigarde
"Puppet of Pride"
Written by Harid Ziran

---

Prelude

Sebuah pulau mulai tampak dalam pandangan mata. Sebuah pulau besar di angkasa, menghiasi langit yang berwarna merah kehitaman. Angin bertiup kencang disekitar pulau itu, seolah menampakkan keangkuhannya. Sementara dari jauh terlihat bangunan – bangunan bertingkat yang menggenggam langit menghiasi bagian tengah pulau.

[Ryax Island]

Satu dari tujuh pulau terkutuk yang dimiliki oleh sang penguasa Devasche Vadhi, Thurqk. Pulau yang telah diberi kekuatan untuk membuat siapapun yang menginjakkan kaki di atasnya dikuasai oleh harga diri dan keangkuhan yang luar biasa.

Terdiri dari gedung – gedung pencakar langit yang tersususun melingkar, membentuk sebuah perkotaan modern yang dilengkapi dengan berbagai macam teknologi tingkat tinggi. Terdapat berbagai macam ukuran gedung disini, akan tetapi yang paling mencolok adalah gedung pusat yang berada di tengah, berwarna hitam legam dengan lingkaran cahaya berwarna merah yang menunjukkan angka sepuluh di atasnya.

May 19, 2014

[ROUND 2 - ARSK] NIM IMANUEL - I'LL BE THE ONE

[Round 2-Arsk] Nim Imanuel
"I'll Be The One"
Written by Yuu

---

Aku anak terkutuk.

Terlahir dengan Mata Iblis yang merenggut nyawa Ayah-Ibu, sudah menjadi bukti yang cukup bahwa kehadiranku di dunia ini hanya membawa malapetaka.

Kakak perempuanku, Tabita, yang saat itu baru berusia sepuluh tahun, mendapatiku yang baru beberapa saat lalu terlahir ke dunia berada dalam kondisi yang ganjil.

Bagaimana tidak, bayi yang baru lahir tidak semestinya sudah duduk tegak seperti diriku. Meskipun bercak-bercak darah masih nampak jelas di tubuhku, tapi aku yang masih bayi saat itu benar-benar duduk, tanpa tangisan dan tanpa seorang pun menemani.

Tabita menghampiriku perlahan, kali ini ia sadar bahwa aku tidak sendirian. Ia melihat beberapa boneka miniatur manusia tergeletak di sisiku. Aku yakin saat itu jantungnya berdegub begitu cepat. Dan aku yakin, kakakku tersayang tahu pasti bahwa boneka-boneka itu adalah Ayah, Ibu, Bibi Liana, dan Suster Selena yang terkena imbas kutukanku.