June 23, 2014

[ROUND 3 - K4] NEMAPHILA - TUNAS KENANGAN, HARAPAN, KEPERCAYAAN, PENGHIANATAN


[Round 3-K4] Nemaphila vs Rex
"Tunas Kenangan, Harapan, Kepercayaan, Penghianatan"
Written by Redtailqueen 1550

---

Cahaya terang dan bunyi lantang memanggil kesadaran Nemaphila. Sambil mengerang wanita viridian itu mencoba bangkit. Dia tak merasakan apapun, tubuhnya memang tak bisa merasakan apapun, namun bunyi dentingan logam tak jauh darinya sangat mengganggunya. Dia bisa mendengar sosok asing sumber bunyi logam itu bergerak mendekatinya. Saat dia membuka mata, dia melihat wajah pria itu..
Panik. Nema sangat panik. Dia tak bisa mempercayai apa yang baru saja dilihatnya. Dia terus bertanya-tanya, terus bertanya-tanya. Bingung. Heran. Bagaimana bisa pria itu ada di sini? Apakah mungkin.. Apakah mungkin pertarunganya di babak kedua tak cukup menghibur si dewa merah? Apakah ini siksaan baginya?
Wanita berkepala benih itu meringkuk di sudut ruangan dengan tubuh gemetar, memejamkan matanya erat dan bergumam tanpa henti. Reaksinya itu justru membuat sosok pria asing bergerak mendekatinya, tampak mengkhawatirkanya. Dengan ragu pria itu menyentuh bahu Nema. Tindakan yang salah karena wanita viridian itu malah semakin menjerit.

[ROUND 3 - K16] DEISMO - MANDI BOLA KADANG MEMBUAT ORANG MENJADI GILA

[Round 3-K16] Deismo vs Ucup
"Mandi Bola Kadang Membuat Orang Menjadi Gila"

Written by Overlord Hall

---

Satu lagi ronde telah berlalu. Hvyt membawa Deismo kembali ke Cachani Vadhi untuk menunggu keputusan Thurqk. Satu-persatu peserta kembali dari lokasi pertarungannya dan menanti vonis mereka.

Walaupun semua peserta telah kembali, suasana Cachani Vadhi tetap sepi, tidak ada satupun dari mereka yang bicara satu sama lain. Wajar saja karena perasaan mereka bercampur antara kepasrahan dan keputusasaan.

Dibandingkan penghuni Jagatha Vadhi yang akan diberi kesempatan sekali lagi jika kurang menghibur, para penghuni Cachani Vadhi sama saperti sampah yang siap dilenyapkan kapan saja bila membuat sang dewa kejam bosan.

Setelah penantian yang panjang, kekhawatiran mereka lenyap begitu Hvyt menyeret beberapa peserta ke lapangan Devasche Vadhi untuk dieksekusi. Semua peserta Cachani Vadhi berkumpul di mana layar hologram telah disediakan untuk menayangkan eksekusi Thurqk.

Semuanya terjadi begitu cepat, Deismo dan peserta lainnya menyaksikan semua pembantaian keji Thurqk. Berbagai ekspresi terukir dari para penguni Cachani Vadhi, kemarahan, ketakutan, kebencian, dan berbagai perasaan negatif lainnya.

[ROUND 3 - K9] BARA SI TUMPARA - MENGETUK PINTU NERAKA

[Round 3-K9] Bara Tumpara vs Lazuardi
"Mengetuk Pintu Neraka"

Written by Hael Elliyas

---

"Kemana kita selanjutnya?" Bara berucap santai.
Ia tengah menunggangi sesosok entitas yang dikenal sebagai si sayap neraka, Hyvt. Bara mungil tepat duduk di atas punggung, di tengah antara kedua sayap Hyvt yang mengibas, mereka terbang.
"Setelah gurun panas yang amat luas, tempat berikutnya mungkin akan sangat sejuk dibandingkan itu." Ucap Hyvt sedikit tak bersahabat. Ditunggangi oleh seekor entrant, pikirnya, merasa merendahkan sosok ngeri sang sayap neraka. Membawa entrant ke tempat tujuan adalah tugas para Hyvt namun tak seperti ini caranya.
Penyebabnya penunggangan ini terjadi adalah lentera roh di kedua telinga Bara. Dua Lentera yang suci menyala-nyala itu akan menolak segala jenis benda yang hendak menyentuhnya sehingga mau tak mau, suka tak suka, Hyvt tak bisa menyeret Bara dari arah atas melainkan harus membuat Bara berada di atas dirinya.

June 22, 2014

[ROUND 3 - K7] EMILS - THOSE WHO WANTED TO CHANGE THEIR WORLD

[Round 3-K7] Emils vs Luna Aracellia
"Those Who Wanted To Change Their World
"
Written by Mocha H.

---

Intro

Langit merah terbentang di langit-langit sebuah ladang berumput kemerahan yang dibatasi lautan kemerahan pula. Serangga – serangga penghuni pulau itu merasa resah dan bersembunyi di balik rerumputan tinggi pulau itu.

Para Hvyt berterbangan membawa peserta turnamen kembali ke tempat peristirahatan mereka, Cacadha Vadhit.

Salah satu diantaranya adalah Slime biru kita, Emils. Hvyt menurunkan mahluk cair itu dengan perlahan sampai dia menyentuh tanah, lalu pergi tanpa mengucapkan sepatah katapun.

Emils merasa ganjil karena kali ini para Hvyt tidak melemparkan mahluk bertubuh cair yang pernah mengejek dewa mereka itu. Mungkin benar kata mereka bahwa salah satu Hvyt merusak kesenangan si dewa dengan mensabotase Emils di awal ronde kedua.

Emils mengumpulkan semua cairan tubuhnya, lalu membentuk tubuh manusianya. Namun, ada kejanggalan pada bentuknya hanya tubuh atasnya saja yang terbentuk, sedangkan tubuh bawahnya masih berupa gumpalan air.

[ROUND 3 - K12] NIM IMANUEL - INI BARU AWAL

[Round 3-K12] Nim Imanuel vs Flager Ivlin
"Ini Baru Awal"

Written by Yuu

---

"Bagaimana? Apa yang kau lihat tentangku di masa depan??"
Di atas bukit yang tak jauh dari kota, seorang gadis kecil tersenyum antusias pada bocah lelaki di depannya. Sore itu suasana terasa begitu hangat. Biasan cahaya jingga dari sang mentari terlihat begitu memukau dari sudut ini.
Si bocah lelaki tersenyum tipis. Diamatinya rambut merah si gadis kecil yang tengah dimainkan oleh angin, membuatnya tampak melambai dengan lembut.
"Nim~ jawablah!" desak si gadis kecil.
Si bocah lelaki, Nim, menghela napas. Ia benar-benar ragu untuk menjawabnya.
"Tidak lama lagi kau akan..."
...mati.
Lidah Nim mendadak kelu. Tidak mungkin ia mengatakannya segamblang itu. Haruskah ia mengatakan tentang takdir mengerikan itu? Mungkin saja setelah mengatakan hal itu, si gadis kecil akan membencinya karena telah mengatakan hal yang terdengar begitu konyol.