"Kemana kita selanjutnya?" Bara berucap santai.
Ia tengah menunggangi sesosok entitas yang dikenal sebagai si sayap neraka, Hyvt. Bara mungil tepat duduk di atas punggung, di tengah antara kedua sayap Hyvt yang mengibas, mereka terbang.
"Setelah gurun panas yang amat luas, tempat berikutnya mungkin akan sangat sejuk dibandingkan itu." Ucap Hyvt sedikit tak bersahabat. Ditunggangi oleh seekor entrant, pikirnya, merasa merendahkan sosok ngeri sang sayap neraka. Membawa entrant ke tempat tujuan adalah tugas para Hyvt namun tak seperti ini caranya.
Penyebabnya penunggangan ini terjadi adalah lentera roh di kedua telinga Bara. Dua Lentera yang suci menyala-nyala itu akan menolak segala jenis benda yang hendak menyentuhnya sehingga mau tak mau, suka tak suka, Hyvt tak bisa menyeret Bara dari arah atas melainkan harus membuat Bara berada di atas dirinya.