Showing posts with label K1-K9. Show all posts
Showing posts with label K1-K9. Show all posts

June 23, 2014

[ROUND 3 - K9] BARA SI TUMPARA - MENGETUK PINTU NERAKA

[Round 3-K9] Bara Tumpara vs Lazuardi
"Mengetuk Pintu Neraka"

Written by Hael Elliyas

---

"Kemana kita selanjutnya?" Bara berucap santai.
Ia tengah menunggangi sesosok entitas yang dikenal sebagai si sayap neraka, Hyvt. Bara mungil tepat duduk di atas punggung, di tengah antara kedua sayap Hyvt yang mengibas, mereka terbang.
"Setelah gurun panas yang amat luas, tempat berikutnya mungkin akan sangat sejuk dibandingkan itu." Ucap Hyvt sedikit tak bersahabat. Ditunggangi oleh seekor entrant, pikirnya, merasa merendahkan sosok ngeri sang sayap neraka. Membawa entrant ke tempat tujuan adalah tugas para Hyvt namun tak seperti ini caranya.
Penyebabnya penunggangan ini terjadi adalah lentera roh di kedua telinga Bara. Dua Lentera yang suci menyala-nyala itu akan menolak segala jenis benda yang hendak menyentuhnya sehingga mau tak mau, suka tak suka, Hyvt tak bisa menyeret Bara dari arah atas melainkan harus membuat Bara berada di atas dirinya.

June 6, 2014

[ROUND 3 - K9] LAZUARDI - INDEKS

[Round 3-K9] Lazuardi vs Bara Si Tumpara
"Indeks"

Written by Po

--- 

Lazu menarik napas seperti kehausan, meraih udara banyak-banyak ke dalam dirinya. Ia lolos. Dari sebuah pulau yang memiliki jeratan kabut sihir nafsu birahi, ia telah lolos.

Demi nyawanya, Lazu telah membunuh seorang penguasa elemen air dan es bernama Azraq Ibrahim. Azraq telah mendatangkan topan blizard yang menelan pulau, membekukan hampir semua penghuninya sampai mati. Tubuh Lazu pun sebagian besar terdiri dari air, maka Azraq leluasa mengendalikan tubuh lawannya.

Bahkan seakan belum cukup, Azraq telah menciptakan sebuah tombak es raksasa yang bilahnya saja menutup sebuah bukit dalam bayangannya.

Semua itu untuk mengakhiri Lazu.

Namun panggung bernama hidup, tak pula sebegitu dapat ditebak. dengan teknik yang didapatnya dari sebuah keberadaan asing, Lazu merumuskan Sakrifar: sebuah kemampuan untuk mengubah fungsi tubuhnya. Seluruh energinya teralih untuk melipat-gandakan kecepatan tubuhnya, pun kekuatan teknik penyerapan airnya, hingga mencapai taraf yang ia sendiri pun tak bisa mengira.