Showing posts with label Thvr Island. Show all posts
Showing posts with label Thvr Island. Show all posts

May 20, 2014

[ROUND 2 - THVR] ENZERU SCHWARZ - DEAREST LUST

[Round 2-Thvr] Enzeru Schwarz
"Dearest Lust"
Written by Wildan Hariz

---

Bunyi gesekan dapat terdengar di tempat itu. Sesosok makhluk merah berambut mohawk bersayap hitam terlihat sedang menyeret sesuatu. Jika dilihat lebih dekat, kau dapat mengetahui bahwa yang diseretnya adalah sesosok laki-laki. Seretan demi seretan dilakukan makhluk itu dengan tenang.
Selain peristiwa itu, tidak banyak yang dapat dilihat di sana. Padahal, tempat itu terbilang luas. Bentuknya menyerupai sebuah aula, dengan pilar-pilar yang sangat tinggi. Namun, jika dilihat dari bawah, hanya ada kegelapan yang menutupi ujung atas pilar-pilar itu, sehingga apa yang disangganya tidak terlihat sama sekali.
"Kerja bagus, Hvyt," sebuah suara membuat sang makhluk merah berhenti menyeret. Dia melepaskan laki-laki yang diseretnya, dan menghempaskannya ke semacam lantai yang menjadi dasar tempat itu.
"Segalanya untuk Yang Mulia Thurqk," kata Hvyt sambil berlutut.
"Akhirnya mereka mengetahui bahwa tidak ada gunanya melawan kehendakku," Thurqk melirik laki-laki yang tergeletak tidak sadarkan diri di bawahnya.

May 18, 2014

[ROUND 2 - THVR] LULU CHRONOSS - THE OTHER LUST ...

[Round 2-Thvr] Lulu Chronoss
"The Other Lust ..."
Written by Penuliswarawiri

---

Bunuh satu!!!


Bayangan mata Thurq yang membara saat pandangan Lulu menantangnya masih membekas. Makhluk, yang mengaku dewa ini, bagaikan menahan geram saat melihat gadis itu lolos dari  barisan makhluk yang disiksanya. Lulu tak tahu mengapa, dan ia juga tidak berminat mencari tahu. Yang pasti sulit untuk membayangkan keduanya bisa berhadapan tanpa yang satu berusaha menghabisi yang lain. 

Dan perintah itu. Terdengar di telinga Lulu bagai sindiran karena tidak ada satu pun yang meregang nyawa di tangan Lulu pada pertarungan sebelumnya. Tidak hanya pertarungan sebelumnya. Tepatnya belum ada satu pun makhluk yang meregang nyawa di tangan Lulu. Membunuh untuk bersenang-senang? Sungguh tidak beradab. Dan makhluk ini menyuruh membunuh hanya untuk mengusir kebosanannya? Gila.

Ya, GILA. Dan semua makhluk rela membunuh demi mengejar satu kesempatan untuk hidup kembali itu juga sama gilanya. Namun saat ini Lulu tidak perduli, dan ketidakpeduliannya ini yang membuatnya tidak merangsek menghadapi 'Dewa' itu. Bagus untuknya. Kalau tidak, mungkin ia sudah menjadi kerak neraka.

[ROUND 2 -THVR] MBA IRWIN - NAFSU DAN MEMBUNUH

[Round 2-Thvr] Mba Irwin
"Nafsu dan Membunuh"
Written by [.Re]

---

Warning R 15+

Mba Irwin - Nafsu dan Membunuh


Peace Maker. Itulah julukan dari Mba Irwin, gadis berambut pelangi dengan hiasan sayur-sayuran tergantung di rambutnya (yang ternyata bisa dimakan). Nama yang tabu diucapkan bagi para penghuni realmnya dahulu. Nama yang bila disebut akan meluruhkan nafsu membunuh dari pelaku perang. Banyak yang tidak tahan dengan perilaku pasif-tidak-jelas-tapi-agresif dari gadis ini. Dan saat ini, (seharusnya) ia telah mati.

Yang mati tidak akan bisa berkata. Walau pada akhirnya mereka mengikuti segala aturan pencipta tanpa tanya. Dan itulah yang menjadi pertanyaan besar saat Mba merasa dirinya hidup dan tidak berada di surga... atau neraka.

Mba tidak mengingat bagaimana dirinya menjadi bagian dari turnamen bernama Battle of Realms. Yang ia tahu hanyalah seorang pemuda berkulit merah dan berambut mohawk putih mendatanginya saat sedang terpekur di sebuah kubangan besar. Sepasang sayap putih sang pemuda sempat membuai Mba. Ia dibuat mengigau "Ah... Malaikat," di tengah-tengah ributnya suara khalayak yang panik menyelamatkan korban ledakan.

May 17, 2014

[ROUND 2 -THVR] AZRAQ IBRAHIM - PERTARUNGAN DI PULAU BIDADARI

[Round 2-Thvr] Azraq Ibrahim
"Pertarungan di Pulau Bidadari"
Written by Abil El Azraq

---

Berputar. Semua yang ada di sekitarnya berputar-putar.  Seperti tengah diterjang oleh sebuah angin topan yang sangat dahsyat, seisi ruangan tempat ia berada tersebut hancur lebur mengitari dirinya. Ia berteriak histeris. Merasakan amarah dan ketakutannya saling beradu. Sampai akhirnya, semua lenyap. Menghilang begitu saja, seperti tersedot ke dalam suatu titik dengan sangat cepat. Menjadikan semuanya seketika gelap gulita.

"Hah!"

Azraq terbelalak bangun dari tidurnya. Dilihatnya sekumpulan awan di kejauhan sana sedang begerak perlahan dengan langit yang tampak berwarna merah darah di atasnya.

"Di mana aku?"

Azraq merasa bingung. Namun ia merasakan ada sesuatu yang tengah menghimpit tubuhnya sekarang. Seperti sedang dililit oleh sesuatu. Ia kemudian menoleh ke samping untuk memastikan. Dilihatnya, dua orang wanita berparas cantik tengah berbaring di kedua sisinya. Mereka menatap wajahnya yang tampan itu dalam-dalam seraya memeluk tubuhnya bak sebuah guling yang tengah dibagi secara berdua.

[ROUND 2 - THVR] XABI ANGER METALLICI - FIGHT OR FLIGHT

[Round 2-Thvr] Xabi Anger Metallici
"Fight or Flight"
Written by Eka Puspita

---

Layar besar di langit itu kembali muncul. Adegan demi adegan ditayangkan secara live. Sang Dewa bertindak sebagai pemeran utama di sana.

Thurqk tampak tidak senang dengan ucapan seorang lelaki yang tidak mengakui dewa berkulit merah itu sebagai sang pencipta semesta.

Apakah mereka bodoh? Memangnya mereka pikir pencipta alam semesta ini siapa? Tuhan yang selama ini mereka sembahkah? Bahkan di Bumi ada lebih dari 3000 agama dengan Tuhan yang berbeda. Ironisnya tidak ada satu pun yang dapat memberi bukti nyata keberadaan sang pencipta itu. Dan jika sekarang Sang Pencipta itu menunjukkan diri dan memberi bukti, kenapa mereka menyangkal?

Pikiran Xabi terhenti. Ia mendecakkan lidahnya ketika melihat Thurqk menghancurkan seorang wanita berambut perak yang telah ia kalahkan tempo hari. Sedikit sesal terselip di benaknya. Namun melihat penyiksaan Thurqk yang tanpa ampun tentu saja semakin membuat ia tidak mau kalah di turnamen ini.

"Bagaimana?"

May 16, 2014

[ROUND 2 - THVR] MANGGALE - AKU SI RAJA BATAK

[Round 2-Thvr] Manggale
"Aku Si Raja Batak"

---

Di sebuah tempat berwarna merah, tampak seekor makhluk berjambul yang kelihatannya, sedang membawa sebuah boneka kayu yang besar. Satu-dua kali dia hampir terjatuh, tapi berhasil menyeimbangkan dirinya kembali. Begitu seterusnya sampai dia berhasil mendaratkan boneka itu dengan selamat. Dijatuhkannya boneka itu dengan kasar. "nah, silahkan istirahat disini ya!" katanya ketus dan kemudian pergi begitu saja, meninggalkan boneka itu yang masih dalam tidurnya yang nyenyak.

Dari kejauhan pun tampak banyak makhluk berjambul menurunkan makhluk-makhluk aneh. Mulai dari monster, manusia, boneka teddy yang tidak lucu, pokoknya ke lima puluh lima peserta dikumpulkan kembali ke Nathara untuk alasan yang mereka semua tidak tahu. Satu yang mereka tahu, kalau thurqk tak pernah berpikir untuk kebaikan mereka, melainkan untuk kepuasan dirinya sendiri. Jadi, jangan pernah percayai dewa itu.

May 12, 2014

[ROUND 2 - THVR] LAZUARDI - SAFIR

[Round 2-Thvr] Lazuardi
"Safir"
Written by Po

---

Kubangan

Apakah itu, yang mampu meminyaki lipatan lekuk tubuh seorang wanita hingga menggelinjang murahan?

Apakah itu, yang mampu menggelincirkan seorang raja dari singgasana emasnya?

Apakah itu, yang mengumpankan segala nikmat, namun menjarah bumi dalam peperangan?

Apakah itu, yang sanggup mewarnai sebentuk wajah hampa dengan kerinduan namun juga keputus-asaan?

Itulah nafsu. Api itu, bagaikan telaga yang menambah haus siapa pun yang mencicipinya, untuk diminum dan terus diminum.

Hingga dunia akan mencampakkan peminumnya dalam kubangan nanah.

---