Showing posts with label Group A. Show all posts
Showing posts with label Group A. Show all posts

April 6, 2014

[RONDE 1 - A] STALLZA - KOTA BENTENG DAN MAYAT HIDUP

[Round 1-A] Stallza
"Kota Benteng dan Mayat Hidup"
Written by Yafeth T. B

---

Tubuhnya mungkin saja telah menghilang, tetapi kesadarannya sebagai seorang Stallza menolak untuk ikut terhapus. Sosoknya kini menjadi apa yang disebut orang sebagai roh. Ia bebas melayang di udara tanpa mesin terbang, melanglang buana menuju pulau-pulau melayang yang bahkan belum pernah dijangkau manusia. Ia bisa melihat reruntuhan para makhluk bersayap yang konon pernah berkuasa di Ventinis sebelum akhirnya jatuh akibat perang antarsesamanya. Ia melihat bagaimana para Spiritia, makhluk yang di zaman mereka adalah senjata, dibuat dan digunakan. Semuanya tercatat dengan baik, dan Stallza cukup puas dengan pengalaman itu.

Tetapi keinginan untuk kembali hidup itu perlahan muncul kembali saat ia menyadari tidak ada seorangpun yang ingat bahwa seorang Stallza pernah hidup. Seolah seluruh keberadaannya telah hilang bersama dengan tubuhnya dalam perang.

[ROUND 1 - A] VOLATILE - THE LAST DOUGHNUT.

[Round 1-A] Volatile
"The Last Doughnut"
Written by Orange Doughnut

---

Di sebuah rumah sakit, kamar no. 32a.

“Vola, pernahkah kamu menonton drama thriller dimana beberapa orang diambil acak dan kemudian dikumpulkan serta diminta membunuh satu sama lain hingga satu orang dinyatakan keluar sebagai pemenang. Bukankah ini genre cukup populer baru-baru ini? Apa namanya, ah, iya. Battle Royale,” kata seorang dokter muda yang terlihat berbicara kepada pasiennya yang sedang terbaring di ranjang putih.

“... Aku rasa aku pernah menontonnya. Itu kelihatan menarik,” kata pasiennya sambil mencoba duduk dan menyandar di sebuah bantal putih miliknya.

“Iya kan? Tapi, kamu tahu, apa yang menyebabkanmu berkata bahwa drama tersebut menarik?” sambung dokter itu lagi.

[ROUND 1 - A] LUCIA CHELIOS - A CITY OF NONCHALANT VIOLENCE

[Round 1-A] Lucia Chelios
"A City of Nonchalant Violence"
Written by Adrienne Marsh

---

"Tempat yang tidak akan asing bagi salah satu dari mereka,
namun akan terasa sangat asing bagi yang lainnya..kah?" 

Mimpikah ia tadi? Lucia Chelios menengadahkan tangannya ke langit 
sambil berbaring di sebuah tempat tidur. Ia memandang ke jendela. 
Makhluk merah bersayap itu sedang terbang meninggalkannya. Bukan mimpi 
ternyata. 

Ia kembali bangun dan melihat tongkat kecil yang tergeletak di bawah 
tempat tidurnya. Tempat ini sama sekali tak berubah. Tas yang 
tergeletak terbuka di atas kasur itu seakan tak tersentuh. Handgun 
dibalik bantalnya masih ada disana. 

April 5, 2014

[ROUND 1 - A] COLETTE REVES - A L'ORIGINE (IN THE BEGINNING)

[Round 1–A] Colette Reves
"A L'Origine (In The Beginning)"
Written by Adham T. Fusama

---

Hiruk-pikuk itu terasa laksana mimpi. Bagaikan kilasan-kilasan film yang direkam secara amatir dan diedit secara kasar. Suara-suara teriakan panik terdengar timbul tenggelam. Kadang kencang, kadang sayup. Ada yang berteriak, “Mampus kau, Tutsi!” tapi si pemilik suara entah di mana.

Satu hal yang jelas, Colette sempat merasakan ada panas yang menyengat perutnya. Detik selanjutnya, dia laksana gentong bocor yang mengucurkan cairan merah dengan deras. Hangat meninggalkan dirinya, digantikan dingin yang membekukan. Kakinya tak kuat lagi menopang tubuh. Dia pun roboh diiringi jeritan histeris.

April 3, 2014

[ROUND 1 - A] LAZUARDI - TITIK AWAL

[Round 1 - A] Lazuardi
"Titik Awal"
Written by Po

---

Pelita itu kian meredup. Inci demi inci, batang lilin yang menyokongnya, yang menjadi jiwanya, leleh sudah. Sebatang lilin bernama usia.


Jauh di kedalaman laut yang menua, sesosok humanoid baru saja usai melepas nyawa. Tubuh kurusnya yang translusen membiaskan biru seperti hendak padu dengan selisik gelombang. Pembuluh internal tubuh itu tak lagi mengantarkan nutrisi serta sediaan energi genomik menuju organ.


Ia terbaring mati di atas koral raflesia ungu yang mengembang pelan. Kepalanya bulat berkesan kenyal seperti seluruh tubuhnya. Wajah birunya imut melankolis, kendati ia jelas adalah jantan.