Showing posts with label K3-K11. Show all posts
Showing posts with label K3-K11. Show all posts

June 22, 2014

[ROUND 3 - K3] MBA IRWIN - SAVE THE GNOME, SAVE THE WORLD

[Round 3-K3] Mba Irwin vs Richella Elleanor
"Save The Gnome, Save the World"

Written by [Re.]

---

Ranjang empuk berhiaskan kelambu sutra.

Mba Irwin, si perempuan berambut pelangi, mengerjapkan matanya berkali-kali. Ia memandang nmanar sekelilingnya. Sesekali ia menggelengkan kepala, mencoba mengambil kesadaran yang masih mengawang. Tapi usahanya tidak berbuah banyak. Suasana serba merah yang dilihatnya justru menimbulkan kegamangan.

"Ini di mana?"

Ranjang empuk bernodakan darah.

Mba Irwin tidak mengerti mengapa ada noda darah di seprai dekat pinggangnya. Ia beringsut ringan tapi seketika itu pula ia merasakan nyeri di perutnya. Ia mengangkat bajunya. Sebuah tulisan "THURQK" terpapar jelas di perutnya. Darah merah masih mengalir dari bekas luka tersebut.

Seketika itu juga kesadaran Mba terpanggil. Ia memeriksa sekujur tubuhnya, sesekali mengaduh kesakitan karena luka bakar di beberapa lokasi tubuhnya.

"Jadi... itu bukan mimpi..." bisik Mba saat mengingat kembali beberapa kejadian sebelumnya. Ia masih mengingat bertemu dengan Azraq, Lulu dan Tommy. Begitu juga dengan dewa merah yang memberi luka bakar di tubuhnya.

June 12, 2014

[ROUND 3 - K11] CAROL LIDELL - FIAT IUSTISIA ET PEREAT MUNDUS

[Round 3-K11] Carol Lidell vs Nurin
"Fiat Iustasia et Pereat Mundus
"
Written by Kagetsuki Arai

---

[The Book Of Eibon - Chapter 5 : Pride]

Sang Daftar Isi adalah sebuah konstruksi mekanik sekaligus
personifikasi dari Buku Eibon. Meski begitu, Sejak buku Eibon disimpan
di The Library of Fate, Ia tak pernah bisa menganalisa keadaan di luar
buku apalagi keluar dari buku seperti yang biasa ia lakukan dulu.

Beberapa millennium dalam kebosanan, Akhirnya seseorang masuk ke dalam
buku Eibon. Tanpa bimbingan dari sang Daftar Isi, manusia itu mampu
bergerak hingga bab lima dari sang buku.

Manusia itu berjenis kelamin perempuan, dengan rambut pendek bewarna
caramel. Seragam yang ia kenakan mirip dengan seragam orang-orang yang
menangkap buku Eibon, jadi sang Daftar Isi menyimpulkan bahwa ia juga
dari The Library Of Fate.


June 8, 2014

[ROUND 3 - K3] RICHELLA ELLEANOR – MOMMY, IS THAT YOU NOM~

[Round 3-K3] Richella Elleanor vs Mba Irwin
"Mommy, Is That You Nom~"

Written by daeVa

---

"I realized when you look at your mother, you are looking at the purest love you will ever know."
― Mitch Albom, For One More Day



Memories

Kemilau pulau emas berbinar cerah di kejauhan, tampak mengecil seiring terpaan angin yang mengembus. Langit masih saja berwarna merah, sementara awan hitam membentang jauh dalam alur lambat kepakan sayap hitam. Malaikat merah selalu setia membawa si bocah tembam melayang ke mana pun tujuan selanjutnya akan diadakan. Ialah Richella Elleanor, atau sebut saja Elle, Si bocah tembam, bulat, mungil yang terperangkap dalam permainan mematikan si merah kejam―Thurqk.



Tak seucap kata keluar dari bibir mungil Elle, begitu pun Cuckoo―Panggilan akrab Hvyt, sang malaikat merah―yang terlihat murung tertunduk lesu. Dalam benaknya ia ketakutan, tak sanggup memikirkan nasib dari Nona Richella. Terlebih dengan akhir yang tak terduga di tahapan kedua, membuatnya semakin gugup menunggu keputusan dari sang dewa merah―Thurqk.



June 7, 2014

[ROUND 3 - K11] NURIN - THE LOOMING CHAOS

[Round 3-K11] Nurin vs Carol Lidell
"The Looming Chaos"

Written by Fachrul R.U.N

---

#0
Saat ia masih SMA, Nurin pernah bertanya di dalam hati, "Bagaimana rasanya menjadi seorang ratu?" 

Ratu yang ia pertanyakan bukanlah penguasa sebuah negeri. Skalanya jauh lebih kecil dari itu, yakni sebatas "ratu kelas." Sementara ia selalu berada di papan tengah dalam bidang apapun, ada gadis-gadis yang dapat meraih ranking satu, menjuarai kejuaraan atletik antar sekolah, atau menjadi juara kontes kecantikan sekolah. Sekeras apapun ia berusaha, ia dan teman-temannya dari golongan "biasa saja" tak pernah mampu mengungguli mereka.

Gadis-gadis itu selalu mencoba tersenyum dan bersikap ramah di hadapan teman-teman sekolah. Tapi ia berpikir, seperti apa sebenarnya sosok-sosok istimewa itu memandang sekeliling mereka? Ketiganya pasti paham kalau kualitas bakat mereka jauh lebih tinggi dibanding siswa-siswi yang mengelilingi mereka.