Showing posts with label K2-K10. Show all posts
Showing posts with label K2-K10. Show all posts

June 22, 2014

[ROUND 3 - K10] SALVATORE JACKSON - DEADLINE CHOICE

[Round 3-K10] Salvatore Jackson vs Mayor Yvika Gunnhildr
"Deadline Choice"

Written by Dendi Lanjung

--- 

"I Have My Reason"

•••

Tiga menit sebelum akhir.

Sal merasakan tubuhnya melayang, turun semakin turun, tenggelam ke dasar ruangan yang hampir penuh terisi air. Darah mengalir deras dari perutnya, mengaburkan pemandangan dalam air yang semakin lama memerah. Monyet besar itu mulai kesulitan menahan nafas, dan kesulitan untuk menahan air memasuki mulutnya. Tapi mungkin saat ini percuma untuk mencoba bertahan, Sal tahu itu, toh dia sudah kalah.

Bukan salah lawannya, Sal tak mau menyalahkan wanita yang telah membuatnya terluka parah seperti itu. Si wanita, Yvika Gunnhildr, hanya melakukan apa yang menurut hatinya benar, wanita itu tidak salah.

Setelah menahan si wanita tentara selama lebih kurang dua puluh menit, wanita itu akhirnya mulai menunjukkan tekadnya yg besar untuk bertahan hidup. Sekali lagi ini bukan salah si wanita, ini hanya membuktikan bahwa tekad yang dimiliki Sal tidak lebih besar dari tekad lawan.

June 7, 2014

[ROUND 3 - K2] URSARIO - BEARY WATERY DUELLY

[Round 3–K2] Ursario vs Reeh Al Sahr'a
"Beary Watery Duelly"

Written by Heru S. Zainurma

---

-I-
Percaya atau tidak,
dulunya dia adalah Demonlord Ursario ...

Halo, halo, halo semuanya!

Selamat datang kembali di kisah si boneka beruang. Terima kasih telah menjadi pembaca setia sampai detik ini.

Sekarang, akulah yang akan menjadi narator menggantikan si dia yang bertugas di ronde sebelumnya. Eits, jangan kecewa dulu. Gaya kami mungkin berbeda, tetapi itu bukan masalah. Tenang saja. Akan kuusahakan yang terbaik dalam menyajikan kisah ronde ketiga ini. Atau setidaknya, begitulah niatanku...

Oke, tak perlu berlama-lama. Langsung saja kita temui si tokoh utama. Siapa lagi kalau bukan Ursario, sang Demonlord dari Ursa-Regalheim? Paling tidak, itulah jabatannya sampai sekitar dua tahun lalu. Sekarang, dia tak lebih dari seekor boneka beruang terkutuk yang ... well, kata sejumlah orang sih 'lucu' dan 'menggemaskan'.

June 4, 2014

[ROUND 3 - K10] MAYOR YVIKA GUNNHILDR - JUST ANOTHER DEATH

[Round 3-K10] Mayor Yvika Gunnhildr vs Salvatore Jackson
"Just Another Death"

Written by Herry P. Zulkarnaen

---

Kematian. Semua orang yang kukenal memiliki sepatah atau dua patah kata mengenai kematian, semuanya memiliki petuah dan sudut pandang masing-masing mengenai hal tersebut. Saking banyaknya, aku sampai bingung harus mulai dari mana mengenai kematian. Tapi ada satu orang yang memiliki jawaban unik saat kutanya mengenai kematian, dia kakekku.

Beliau pernah berkata kepadaku, kalau kematian itu ibarat kawanan serigala. Mereka akan selalu mengintai sampai kau lengah, dan bila mereka tidak bisa mendapatkanmu, mereka akan mengambil orang-orang yang kau sayangi di saat kau tidak menduganya.

Kala itu aku memang tidak terlalu mengerti akan maksud dari kata-kata kakekku, tapi sedikit demi sedikit aku mulai memahaminya saat aku bekerja di kemiliteran. Sejak di hari pertama diturunkan ke lapangan, aku selalu berurusan dengan kematian. Entah itu kematian rekan satu regu, atau kematian dari orang-orang yang kubunuh dalam misiku.

[ROUND 3 - K2] REEH AL SAHR'A - TIRAI PERTARUNGAN

[Round 3-K2] Reeh Al Sahr'a vs Ursario
"Tirai Pertarungan"

Written by Epicu Fail

--- 

Reeh Al Sahr'a, pria yang duduk termenung memperhatikan bagaimana Thurqk melenyapkan jiwa-jiwa petarung. Kerut nampak di dahinya kala ia tenggelam dalam runut pemikiran. Mengapa mereka yang mati dalam pertarungan bisa mati kembali di tangan sang dewa merah? Sehingga, apa akan ada artinya, jika pertarungan babak sebelumnya berhasil ia lewati tanpa pertumpahan darah? Jadi apa sesungguhnya ia coba perjuangkan?

Ursario, sosok boneka beruang dengan kepribadian yang jauh lebih mematikan ketimbang penampilannya. Ia berdecak menyaksikan bagaimana sebelas peserta binasa di tangan Thurqk. "Dasar petarung-petarung lemah! Baru ronde dua saja sudah kalah."

Namun kenyataannya timbul rasa iri di hati sang Ursa Demon. Seandainya ia yang menghabisi petarung-petarung itu, seberapa besarkah kemampuan yang akan ia dapat? Apa cukup untuk mengembalikannya sebagai Demonlord yang perkasa?