Showing posts with label Rakshasa. Show all posts
Showing posts with label Rakshasa. Show all posts

July 29, 2014

[ROUND 4 - RAKSHASA] MBA IRWIN - GOOD BYE PEACE MAKER

[Round 4] Mba Irwin vs Rakshasa
"Good Bye Peace Maker"

Written by [Re.]

---

 Good Bye Peace Maker

Peace Maker. Itulah julukan dari perempuan bernama Mba Irwin. Dahulu tak ada prajurit yang tak bergidik melihatnya. Kemampuan perempuan itu meredam konflik fisik tak jarang berbuah korban. Sekarang mungkin mereka akan tertawa atau miris melihat kondisi perempuan berambut pelangi itu.


Air mata yang mengering telah menjejak di pipi perempuan itu. Daging di pipinya menipis, membuat kulit wajahnya makin tirus-keriput. Rambut pelanginya kusut. Baju dan celana hitamnya sudah lusuh lagi bau. Wanita lain akan menganggap perempuan ini gagal mengurus diri. Berulang kali ia terisak menyebut lirih sebuah nama

"Elle… Elle…" nama itu terus diucap sembari menimang sebuah badan mungil yang sudah kaku. Badan gadis mungil itu sudah membiru dan tidak lagi mengucurkan darah dari loubang yang menganga di tengkuk. Ketiadaan panas membuat Mba menggigil lalu ganti menyebut nama lain.

"Antakaba… tolong aku… aku takut…"

Wajarlah bila ia takut. Mba saat ini berada di sebuah ruangan yang sangat gemerlap andai cahaya tersampir. Bayangkan saja, barang-barang emas mengelilingi perempuan ini. Sayangnya, saat ini sumber cahaya hanya berasal dari sebuah lampion kecil yang berada di sebuah kompartemen dari sebuah bor besar.


July 20, 2014

[ROUND 4 - RAKSHASA] NURIN - THE THOUSAND MASKS

[Round 4] Nurin vs Rakshasa
"The Thousand Masks

Written by Fachrul R.U.N

--- 

#1

Manusia itu istimewa. Nurin sering mendengar sentimen seperti itu saat ia masih hidup, dan ia memahami kenapa banyak yang mencetuskannya. Biar bagaimanapun, manusia adalah satu-satunya makhluk berakal budi yang hidup di bumi. Kaumnya adalah khalifah yang ditunjuk oleh Tuhan untuk memimpin seisi alam. Bila kaumnya menitahkan satu spesies hewan untuk punah, maka punahlah dia. Bila kaumnya menitahkan areal tetumbuhan untuk sirna, maka surutlah mereka. 

Dalam setiap kisah fiksi yang Nurin baca, para penulis pun hampir selalu menyajikan gagasan itu, baik secara eksplisit maupun hanya tersirat. Walau iblis yang hendak menginvasi dunia memiliki senjata mengerikan, keteguhan tekad manusia selalu mampu menumpas mereka. Di opera galaksi, meski manusia tak sekuat, secantik, dan sepintar ras alien, kaumnya mampu beradaptasi hingga menjadi disegani dalam waktu singkat.